Berita Badung
AJUKAN Pengelolaan Museum Bom Bali, LPM Kuta Sebut Bisa Tingkatkan Kunjungan Wisatawan
Adnyana pun berharap nantinya museum tersebut dapat segera dibangun, sesuai dengan informasi terakhir yang akan dimulai 2026.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemkab Badung telah merancang pembangunan Museum Bom Bali di kawasan Jalan Legian, Kelurahan Kuta. Pembangunan museum yang memperingati tragedi memilukan ini pun mendapat sambutan positif.
Bahkan pembangunan itu diharapkan segera diibangun yang akan menjadi daya tarik wisata. Begitu juga adanya museum merupakan langkah mengenang sejarah keberadaannya.
Ketua LPM Kelurahan Kuta, Putu Adnyana sangat mendukung langkah Pemkab Badung. Bahkan ia mengetahui, lahan untuk museum telah disiapkan oleh Pemkab Badung.
"Nantinya sesuai informasi museum tersebut akan berisi sejarah tragedi yang tidak diharapkan terjadi lagi. Begitu juga dibangun di sebelah monumennya, artinya menjadi kesatuan," katanya Minggu (19/10).
Baca juga: AYAH Timothy Minta Kejelasan Kematian Anaknya! Direktur RS Ngoerah Tindak Tegas Co Ass Perundung!
Baca juga: DESA Kubu Bangli Dimekarkan Jadi 5 Wilayah, Krama Antusias Pilih Kelian Banjar dan Kepling Baru
Adanya museum dinilai dapat meningkatkan kunjungan wisatawan. Bahkan tanpa dipungkiri doa bersama dalam peringatan Bom Bali banyak keluarga korban yang datang dari jauh-jauh hari.
"Meski tahun ini peringatannya sederhana padahal kalau Pemkab Badung jeli, itu keluarga korban sejak awal Oktober sudah disini untuk menanti 12 Oktober," ungkapnya.
Adnyana pun berharap nantinya museum tersebut dapat segera dibangun, sesuai dengan informasi terakhir yang akan dimulai 2026.
Untuk itu dirinya juga berharap pengelolaan museum dapat diberikan kepada LPM Kelurahan Kuta. Sejalan dengan permohonan pengelolaan Monumen Bom Bali yang sedang diproses.
“Kami dari LPM Kelurahan Kuta memohon diberikan pengelolaan monumen ini nanti akan bersambung dengan pengelolaan museum. Tetapi tidak terlepas mohon biaya perawatannya, tetap melalui anggaran Pemkab Badung," harapnya.
Permohonan ini diajukan, lantaran untuk memastikan pengelolaan sepenuhnya dilakukan oleh LPM Kuta. Sehingga dalam setiap kegiatan baik itu perawatan, kebersihan maupun keamanannya.
Mengingat kata Adnyana yang terdekat itu adalah Kuta, apapun yang berkaitan dengan keamanan, acara-acara di monumen lebih cenderung berkoordinasi dengan LPM.
"Makanya itu harapannya agar diberikan pengelolaan,” sambungnya. Sementara Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung selaku pengampu museum pun telah melakukan pematangan lahan dan penyiapan feasibility study (FS).
Bahkan dari laman websiste Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung penyusunan DED masih dalam proses lelang, dengan nama paket Belanda Modal Bangunan Gedung Museum - Penyusunan DED Pembangunan Museum Perdamaian Bali.
Adapun Pagu anggarannya adalah sebesar Rp867,5 miliar lebih. Proyek ini masuk anggaran APBD 2025, berupa kategori jasa konsultasi badan usaha konstruksi.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, sesuai rencana yang disetujui Bupati Badung pembangunan Museum Perdamaian akan dilakukan pada tahun 2026.
Untuk konsep dan rancangan pembangunan museum ini bahkan telah dibahas bersama Bupati Badung dan OPD terkait.
"Ya, saat ini baru penyusunan DEDnya. Itu dikerjakan oleh Dinas PUPR, termasuk pembangunannya. Nanti kami terima jadi," ujar Sudarwitha. (gus)
| 5 Anggota DPRD Belum Punya Ruangan, Simak Alasannya Berikut Ini |
|
|---|
| Terjebak di Tebing Curam, Dua WNA Rusia Dievakuasi Menggunakan Helikopter di Uluwatu, Alami Trauma |
|
|---|
| Gedung Baru DPRD Badung Dibangun karena 5 Anggota Dewan Belum Punya Ruangan, Kini Mangkrak |
|
|---|
| Kendaraan Overload di Badung, Kini Muncul Isu Pembatasan demi Selamatkan Bali dari Kemacetan |
|
|---|
| Badung Masih Kekurangan 15 Ribu LPJ, Dishub Dorong Skema KPBU dengan Badan Usaha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kebudayaan-Kabupaten-Badung-I-Gde-Eka-Sudarwitha-814.jpg)