Seputar Bali
PASCA Banjir, 160 Pedagang di Pasar Kumbasari Belum Direlokasi, Perumda Tetap Izinkan Berjualan
Belum semua pedagang yang terdampak banjir di areal Pasar Kumbasari direlokasi. Masih ada 160 pedagang yang berjualan di pasar bebas.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ni Ketut Dewi Febrayani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Belum semua pedagang yang terdampak banjir di areal Pasar Kumbasari direlokasi.
Masih ada 160 pedagang yang berjualan di pasar bebas atau yang berjualan di selatan Pasar Kumbasari.
Mereka ditempatkan di lokasi tersebut sebagai langkah sementara, sambil menunggu relokasi. Namun, ada pengaturan waktu operasional dan juga SOP saat hujan.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata menjelaskan, pemindahan pedagang ke pasar bebas dilakukan karena belum tersedia ruang pelataran di sekitar gedung untuk menampung pedagang terdampak.
Baca juga: 160 Pedagang Terdampak Banjir di Denpasar Belum Bisa Direlokasi, Berjualan dengan Pengaturan Waktu
"Di sana ada 160 pedagang dan kami masih mencari opsi terbaik. Untuk sementara mereka ditempatkan di pasar bebas karena tidak ada pelataran yang bisa digunakan,” ujarnya, Kamis, (20/11).
Ia menambahkan, saat ini kawasan Pasar Badung yang sempat menjadi alternatif pun sudah terisi penuh oleh pedagang pelataran Kumbasari.
Sementara area pelataran sekitar pasar Badung, termasuk di selatan Jalan Gajah Mada, juga padat oleh aktivitas harian dan parkir kendaraan.
Namun demikian, pedagang yang diperbolehkan berjualan di lokasi pasar bebas dengan pengaturan jam operasional. Utamanya pada area yang sebelumnya terimbas banjir.
Pengaturan ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim hujan dan kemungkinan banjir.
"Jamnya kita atur agar tidak terlalu malam. SOP saat hujan juga sudah disiapkan lebih awal seperti pemasangan early system, sehingga pedagang dapat beraktivitas dengan aman," katanya.
Baca juga: Pedagang Penjor di Jalan Kapal Bali Menjamur, Sukrabawa: Paling Murah 60 Ribu, Termahal 125 Ribu
Menurutnya, seluruh kebijakan yang berjalan saat ini masih bersifat sementara.
Jika sewaktu-waktu ada instruksi baru dari pimpinan, Perumda siap menyesuaikan penataan di lapangan.
"Kami tetap melakukan pemantauan. Jika ada perubahan kebijakan, tentu akan segera kami tindaklanjuti," katanya. (sup)
| Polisi Tegas Larang Pesta Kembang Api, Bagaimana Dengan GWK? Polresta Denpasar: Akan Dikoordinasikan |
|
|---|
| Provinsi Bali Masuk 4 Besar Rata-rata Nilai TKA Matematika Tertinggi di Indonesia, Ini Cara Ceknya |
|
|---|
| Ratapan Pemulung TPA Suwung, 20 Tahun Menggantungkan Hidup dari Sampah, Pilih Pasrah |
|
|---|
| Heboh Pariwisata Yogyakarta Dibanding-bandingkan, Dispar Bali: Isu lama yang Muncul Lagi |
|
|---|
| Anak 5 Tahun Meninggal di Karangasem, Ditemukan Tergantung di Tali Ayunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/RELOKASI-Pedagang-terdampak-banjir-masih-menempati-pasar-bebas-untuk-berjualan.jpg)