Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banjir di Bali

MAYAT WNA di Gorong-gorong, Hanyut Terseret Arus di Tibubeneng, Banjir Kuta, Ruas Jalan Lumpuh Total

Hal ini menyebabkan sejumlah kawasan, termasuk Keluarahan Legian, Seminyak, dan Kerobokan Kelod, terendam banjir.

Tayang:
ISTIMEWA/HUMAS SAR DENPASAR
EVAKUSI – Petugas evakuasi WNA yang hanyut terbawa arus sungai di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (14/12). 

TRIBUN-BALI.COM – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Badung sejak Sabtu hingga Minggu, 13-14 Desember 2025.

Hal ini menyebabkan sejumlah kawasan, termasuk Keluarahan Legian, Seminyak, dan Kerobokan Kelod, terendam banjir. Bahkan karena banjir di wilayah Kecamatan Kuta sejumlah ruas jalan lumpuh total karena tergenangi air.

Sementara itu, seorang warga negara asing (WNA) ditemukan tewas setelah terseret terbawa arus banjir di wilayah Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Minggu (14/12) dini hari. Jenazah dan motor WNA berhasil ditemukan menyangkut digorong-gorong di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun Bali, diduga WNA tersebut menerobos banjir karena ada kendaraan roda dua yang ikut hanyut. Identitas WNA belum diketahui, namun diduga WNA tersebut berjenis kelamin perempuan.

Salah satu warga sempat melihat tangan WNA yang tersangkut tersebut. Sejumlah warga berusaha mengalihkan aliran air dengan menutup menggunakan triplek dan kayu.

Baca juga: PAKAR Sebut SE Mendagri Soal Anggaran Bencana Tepat dan Mulia, Jadi Payung Hukum Pemda

Baca juga: Soekarno Cup Wadah Kompetisi Menarik Pemain Muda Indonesia,Peserta Puji Fasilitas Mirip Super League

Evakuasi warga yang terdampak banjir di Perumahan Widuri Permai Denpasar. Banjir di Jalan Gunung Atena Denpasar Bali, 27 KK Terdampak, BPBD Denpasar Evakuasi Warga
Evakuasi warga yang terdampak banjir di Perumahan Widuri Permai Denpasar. Banjir di Jalan Gunung Atena Denpasar Bali, 27 KK Terdampak, BPBD Denpasar Evakuasi Warga (Tribun Bali/Putu Supartika)

Namun karena debit air terlalu tinggi dan hujan kembali turun menyulitkan pengalihan aliran air ke gorong-gorong dan evakuasi tersebut. Warga bersama Basarnas, aparat kepolisian melakukan evakuasi.

Kemudian warga di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng dihebohkan dengan penemuan jenazah yang tersangkut di gorong-gorong.  

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika mengaku saat proses evakuasi sangat sulit. Bahkan sejumlah warga melakukan pengalihan aliran air di yang masuk ke gorong-gorong tersebut. “Warga sampai melakukan penutupan arus air karena debit air tinggi,” ujarnya.

Setelah debit air mulai menurun baru dilakukan proses evakuasi bersama basarnas dan warga. Jenazah berhasil diangkat dan dibawa ke rumah sakit.  “Jadi sudah berhasil dievakuasi,” kata dia. 

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Denpasar menerima informasi pada pukul 08.05 WITA dan segera memberangkatkan personel dari kantor yang berlokasi di Jimbaran. “Sebanyak 5 personel yang kami tugaskan melakukan evakuasi, menurut laporan bahwa posisi korban berada di bawah dan tersangkut pipa,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya. 

Ketinggian air saat upaya evakuasi berkisar pinggang orang dewasa. “Kondisi hujan mengakibatkan debit air semakin lama semakin tinggi, sehingga tim SAR gabungan bersama warga berupaya secepatnya mengevakuasi korban,” ungkapnya. 

Ketika ditemukan korban masih menggunakan celana panjang berwarna hitam tanpa mengenakan baju.  Pukul pukul 10.30 WITA jenazah korban dibawa menuju RSUP Prof. Ngoerah Denpasar dengan menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung. 

Sementara itu, PS Kabubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 01.10 Wita di Jembatan Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng. Saat itu korban diketahui nekat melintas di tengah genangan banjir yang cukup deras hingga akhirnya terseret arus bersama sepeda motor yang dikendarainya.

Korban baru ditemukan beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 04.40 Wita, setelah debit air sungai mulai surut. Jenazah ditemukan di bawah jembatan menuju kawasan Canggu Pertiwi dalam kondisi tersangkut di antara dinding jembatan dan kayu yang terbawa arus.

“Jadi proses evakuasi jenazah korban dilakukan sekitar pukul 10.40 Wita oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Provinsi Bali, BPBD, serta personel Polres Badung dan Polsek Kuta Utara. Total personel yang terlibat dalam evakuasi mencapai lebih dari 20 orang,” ujarnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved