Natal dan Tahun Baru di Bali
Badung Khawatir Kunjungan Wisatawan Menurun, Dampak Isu Sampah dan Banjir di Bali
Masalah sampah dan banjir di Bali dikhawatirkan berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Masalah sampah dan banjir di Bali dikhawatirkan berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan.
Kekhawatiran disampaikan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa. Dia menilai isu yang terjadi di Bali sangat sensitif terhadap kunjungan wisatawan.
Apalagi kata Adi Arnawa, saat ini di tengah keterbukaan informasi di media sosial (Medsos) yang kadang menggungah kembali bencana yang telah lalu.
Baca juga: Hujan Ekstrem Saat High Season, 1 WNA Tewas Saat Banjir, BTB Minta Drainase di Bali Diperhatikan
Bahkan semua itu sempat terjadi sehingga memunculkan keganduhan di masyarakat.
“Saya takut ini (pariwisata) akan menurun. Karena isu banjir, sampah, memang kita tidak bisa pungkiri dengan perkembangan media sosial sekarang,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).
Adi Arnawa mengakui sering melihat unggahan di medsos, di mana kejadian tersebut telah lalu, sehingga wisatawan yang tidak mengetahui kondisi riil menjadi takut untuk berkunjung ke Bali.
Baca juga: Kisah Pekak Payu Sempat Terguling dan Terseret Banjir di Gianyar Bali, Diselamatkan Secara Dramatis
“Kadang-kadang saya lihat ada di media sosial, orang sudah tidak ada banjir, masih dibilang banjir. Jadi orang yang mau datang ke Bali, di Bali masih banjir, orang akan berpikir seperti itu. Kompetitor kita banyak dan kita hidup dari pariwisata,” terangnya.
Karena itu, mantan Sekda Badung itu mengajak masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial. Sebab, masalah keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas.
“Masalah keamanan, kenyamanan memang menjadi prioritas buat kita. Termasuk, bagaimana misalnya penanganan sampah, termasuk juga masalah banjir,” ucapnya.
Pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini juga mengaku susah maksimal menangani sampah. Bahkan dalam mencegah banjir dirinya juga melakukan normalisasi sungai yang ada di Badung.
Hal senada diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung, I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya. Ia juga khawatir dengan isu sampah dan banjir berdampak terhadap pariwisata. Terlebih, dengan adanya kebijakan menutup TPA Suwung.
“Isu penutupan TPA tanggal 23 Desember ini menurut saya belum tepat. Kasih luang waktu lagi dan semoga jangan sampai yang dikhawatirkan akan jadi tsunami sampah nanti di akhir tahun ini. Karena kita tahu 160.000 hotel room lebih, terus 71 persennya ada di Kabupaten Badung. Ini perlu kita pikirkan,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster memprediksi terkait kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Bali periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Koster memprediksi angka kunjungan akan meningkat hingga 700 ribu kunjungan pada Desember 2025.
Hal tersebut disampaikan usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (19/12).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Jalan-Tol-Bali-Mandara-Macet-Parah-jelang-Tahun-Baru.jpg)