Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

2025 Tak Tercapai Target , Pendapat Restribusi DTW Badung Kembali Ditingkatkan Diangka 150 Miliar

2026, target retribusi DTW di Badung di pasang Rp 150 miliar. Hal itu melihat sejumlah DTW mengalami penyempurnaan tiket masuk.

Istimewa
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, I Nyoman Rudiarta. 2025 Tak Tercapai Target , Pendapat Restribusi DTW Badung Kembali Ditingkatkan Diangka 150 Miliar 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Retribusi dari Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada di Kabupaten Badung, Bali, pada tahun 2025, ternyata tidak mencapai target. 

Tidak tercapainya target retribusi itu diperkirakan karena wisatawan sedikit menurun.

Menariknya, meski target tidak tercapai, namun di tahun 2026 target malah ditingkatkan dari Rp 114 miliar menjadi Rp 150 miliar. 

Peningkatan retribusi itu pun seiring meningkatnya tiket masuk yang diberlakukan di sejumlah DTW yang ada.

Baca juga: Tarif Retribusi DTW 2026 Naik, 4 Tujuan Wisata di Badung Resmi Naik Rp20.000 hingga Rp10.000

Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Nyoman Rudiarta, saat dikonfirmasi Senin 19 Januari 2026 tidak menampik hal itu. 

Pihaknya mengakui, tahun 2025 kemarin targetnya Rp 114 miliar, dan realisasinya mencapai Rp 111 miliar.

"Memang retribusi kita kemarin di DTW tidak terealisasi. Namun melihat, mempertimbangkan tren kunjungan wisatawan yang terus menunjukkan geliat positif tahun ini, kita tingkatkan," ujarnya.

Diakui untuk tahun 2026, target retribusi DTW di Badung di pasang Rp 150 miliar. Hal itu melihat sejumlah DTW mengalami penyempurnaan tiket masuk.

Bahkan katanya, jika melihat tren kunjungan wisatawan, ditambah beberapa DTW juga dilakukan penyesuaian tarif retribusi, ia optimistis target pendapatan sebesar Rp 150 miliar akan tercapai.

"Tahun ini kita tetap optimisme, setelah melihat capaian di awal tahun ini," ucapnya.

Mantan Camat Kuta itu mengaku hingga 10 Januari 2026, pendapatan retribusi dari berbagai objek wisata di Badung sudah mencapai miliaran rupiah.

"Dalam waktu 10 hari saja sudah terkumpul Rp 4,5 miliar. Ini menandakan destinasi wisata di Badung masih diminati, baik oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik," terang birokrat asal Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi tersebut.

Menurut Rudiarta, kontribusi terbesar pendapatan retribusi sejauh ini masih ditopang oleh DTW kawasan luar Pura Uluwatu dan Pantai Pandawa yang berada di wilayah Kuta Selatan. 

Kedua destinasi tersebut konsisten menjadi magnet utama kunjungan wisatawan.

"Berdasarkan data tahun 2024 lalu, retribusi dari kawasan luar Uluwatu menyumbang pendapatan hingga Rp 78 miliar. Sementara Pantai Pandawa dengan perolehan sebesar Rp 16,3 miliar," bebernya

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved