Virus Nipah
Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Badung Gelar Kegiatan Surveilans
Hal itu pun juga sesuai perintah pusat melalui Kemenkes yang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota melakukan surveilans.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kesehatan setempat akan melakukan kegiatan surveilans pascamunculnya virus nipah. Hal itu pun juga sesuai perintah pusat melalui Kemenkes yang meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota melakukan surveilans.
Bahkan antisipasi penyakit virus nipah yang merupakan penyakit zoonotik emerging diketatkan dengan antisipasi wisatawan India. Mengingat kasus virus Nipah saat ini sedang terjadi di Negara India.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Badung, dr. Made Padma Puspita tidak menampik hal tersebut. Pihaknya mengaku mendapat intruksi pemerintah pusat untuk melakukan surveilans.
"Kami mengikuti surat edaran dari Kemenkes saja, sambil melakukan upaya preventif dengan menjaga kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat, namun ini (Virus Nipah) bukan virus baru dari 1998, tahun 2021 di Banglades dan India sudah ada," ujar dr. Padma, Senin (2/2).
Baca juga: KASUS Pengeroyokan Geng Motor di Badung Dilimpahkan ke Polres Badung, 10 Terduga Pelaku Dimintai Ini
Baca juga: LUPAKAN Hasil Minor dan Fokus! Boris Kopitovic Minta Rekannya Bangkit Hadapi Persebaya Surabaya
Disebutkan dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 telah memuat tentang langkah surveilens yang harus dilakukan. Seperti melakukan pemantauan dan verifikasi tren kasus suspek meningitis ensefalitis, Influenza Like Illness (ILI), Severe Acute Respiratory Infection (SARI), ISPA, dan pneumonia.
"Jadi kita mawas diri, mengingat Badung merupakan pintu masuk wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara," bebernya.
dr Padma memyebutkan penegakan diagnostik lebih penting. Bahkan gejala virus hampir mirip, baik Covid, super flu dan yang lainnya. Sehingga nantinya harus ada pemeriksaan lanjutan, apa dengan PCR, melalui usap tenggorok ataupun cek darah.
"Jadi jika ada dicurigai, harus dicek dulu. Memastikan apa yang bersangkutan terjangkit virus atau tidak," jelasnya
Kendati demikian, dr. Padma menegaskan penyebaran virus Nipah belum ditemukan di Kabupaten Badung. Karena itu, pihaknya berharap pihak karantina melakukan pengawasan di pintu masuk Bali.
"Mudah-mudahan tim Karantina, karena pintu masuk Bali kan banyak, tidak hanya bandara, bisa saja dari kapal pesiar. Namun, saya perhatikan dari RS Prof Ngoerah sudah siap, namun mudah-mudahan tidak ada (kasus -red). Setiap rumah sakit di Badung, seperti di RSD Mangusada memiliki ruang isolasi," jelasnya.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat tidak panik menghadapi adanya penyebaran Virus Nipah dengan cara menjaga kesehatan jasmani.
"Yang penting pola makan baik, jaga imun tubuh, lakukan hidup bersih dan sehat, kalau flu ingat pakai maskes," harapnya. (gus)
| Gianyar Bali Siap Hadapi Virus Nipah, Seluruh Rumah Sakit Siagakan Ruang Isolasi |
|
|---|
| Antisipasi Virus Nipah di Bali, Dinkes Badung Gelar Kegiatan Surveilans |
|
|---|
| Kunjungan Wisman India ke Bali Normal, Wamenpar Sebut Isu Virus Nipah Tak Pengaruhi Jumlah Wisman |
|
|---|
| FOKUS Pengawasan Turis India Antisipasi Virus Nipah Tak Masuk Bali, Wamenpar: Tak Pengaruhi Wisman |
|
|---|
| Wamenpar Sebut KLB Virus Nipah di Negara Tetangga Belum Pengaruhi Jumlah Wisatawan Masuk Bali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Badung-dr-Made-Padma-Puspita-99.jpg)