Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bencana Alam di Bali

Titik Banjir di Kuta dan Seminyak Meluas, Dewan Badung: Kerugian Ditaksir Miliaran

Banjir yang melanda kawasan pariwisata Kuta, Legian, dan Seminyak pada Selasa 25 Februari 2026 sangat berdampak pada dunia pariwisata di Badung.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
I Nyoman Graha Wicaksana, pengusaha sekaligus anggota DPRD Badung 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Banjir yang melanda kawasan pariwisata Kuta, Legian, dan Seminyak pada Selasa 25 Februari 2026 sangat berdampak pada dunia pariwisata di Badung.

Selain itu banyak masyarakat, pengusaha dan yang lainnya juga mengalami kerugian materil dan bangunan.

Kerugian akibat bencana itu ditaksir miliaran rupiah.

Baca juga: Banjir Datang Lagi, BPBD Bali Catat 350 Orang Dievakuasi, 39 Titik di Denpasar Terendam Banjir

Selain itu juga ada pembatalan wisatawan yang akan menginap di kawasan tersebut.

Hal itu pun dikatakan I Nyoman Graha Wicaksana, salah seorang pengusaha di Kuta Rabu 25 Februari 2026.

"Banjir yang terjadi memicu kerugian material hingga miliaran rupiah, serta mengancam citra Bali di mata dunia," ujar Graha Wicaksana.

Menurutnya, selama ini, titik banjir di kawasan Kuta cenderung terfokus di area Jalan Dewi Sri.

Baca juga: Banjir Lumpuhkan Wilayah Kuta dan Legian, Hector Benavides Heran Bali Dilanda Banjir

Namun, hujan ekstrem belakangan ini genangan air meluas hingga ke kawasan Kartika Plaza, Wana Segara, dab Samudra. 

"Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kalaupun ada genangan, biasanya cepat surut dalam hitungan jam."

"Sekarang, banjir sudah melebar ke titik-titik vital pariwisata yang sebelumnya aman," jelas Graha Wicaksana yang juga merupakan Anggota DPRD Badung itu.

Menurutnya, sektor perhotelan menjadi pihak yang paling terpukul.

Baca juga: Fakta-fakta Banjir Bali 2026, Ular Berkeliaran, Anjing Naik Boat, Denpasar Dikepung 36 Titik Banjir

Banjir yang masuk hingga ke area kamar memaksa manajemen hotel melakukan evakuasi tamu secara mendadak.

Hal ini tidak hanya membatalkan pesanan yang sudah ada, tetapi juga merusak fasilitas fisik bangunan yang memerlukan waktu perbaikan setidaknya satu hingga dua minggu.

"Teman-teman pelaku mengakui ada kerusakan fasilitas akibat air yang masuk ke area lobi dan kamar merusak furnitur, alat elektronik, dan interior hotel. Banyak tamu yang memilih cancel," katanya. 

Dampak banjir yang meluas, kata Graha Wicaksana tidak hanya hotel besar, ekosistem pendukung seperti warung makan, toko kelontong, tour desk, hingga jasa penyewaan motor ikut kehilangan pendapatan karena akses jalan yang terputus.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved