Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Cetak Sejarah, Lagu Karya Napi Kerobokan Jadi Anthem Pertama di Kongres Dunia WCPP 2026

Kelompok musik Antrabez (Anak Trali Bezi), yang beranggotakan warga binaan Lapas Kelas IIA Kerobokan, resmi mencatatkan sejarah baru

Istimewa
TAMPIL - Penampilan Antrabez dalam panggung WCPP di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Selasa 14 April 2026. 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Kelompok musik Antrabez (Anak Trali Bezi), yang beranggotakan warga binaan Lapas Kelas IIA Kerobokan, resmi mencatatkan sejarah baru dalam dunia pemasyarakatan internasional. 

Lagu karya mereka bertajuk Safer Society didapuk menjadi anthem song atau lagu tema resmi pertama dalam sejarah penyelenggaraan World Congress on Probation and Parole (WCPP).

Momen bersejarah ini terjadi saat Antrabez tampil sebagai sorotan utama dalam pembukaan The 7th WCPP 2026 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Selasa 14 April 2026. 

Baca juga: Dari Lapas Perempuan Kerobokan, GAJISI dan Octav Sicilia Rilis Lagu ‘Safer Societies’

Di hadapan delegasi dari 44 negara, dentuman musik dari balik jeruji ini menjadi simbol pergeseran paradigma hukum Indonesia dari sekadar penghukuman menuju pemulihan atau restorative justice.

Kehadiran Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam forum global tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memodernisasi sistem hukum yang lebih manusiawi. 

Pada kesempatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menyebutkan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa pidana bukanlah penghalang bagi warga binaan untuk berkontribusi bagi dunia.

Baca juga: Dukcapil Denpasar Gelar Perekaman KTP El Kepada Napi di Lapas Kerobokan

“Seni adalah jembatan bagi warga binaan untuk kembali memeluk masyarakat dengan wajah baru yang lebih positif,” ujar Hudi Ismono di sela-sela acara.
 
Songwriter Antrabez, Octav Sicilia, menjelaskan bahwa lagu Safer Society membawa pesan mendalam sesuai tema kongres tahun ini, yakni Healing Hearts, and Safer Societies. 

"Melalui karya ini, dunia melihat bahwa keadilan tidak harus selalu berujung pada kurungan penjara, melainkan bisa melalui pendekatan alternatif yang lebih beradab," harapnya.

Baca juga: Berikan Keterangan Palsu, Made Kasih Dieksekusi di Lapas Karangasem Bali

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Bali, Decky Nurmansyah, menilai pesan-pesan yang dibawa Antrabez memberi penekanan mengenai arti toleransi dan pengendalian ego. 

Baginya, Antrabez adalah contoh nyata bagaimana keberagaman latar belakang agama di dalam lapas justru bisa menghasilkan karya kolektif yang harmonis.

"Mereka mampu menyatukan ego lewat karya. Bali kini menjadi leading sector dalam memanusiakan pelanggar hukum melalui pendekatan kreatif," tegas Decky.

Baca juga: ISU Lapas Kerobokan Akan Pindah ke Pinggiran Kota, Pemkab Badung Siap Sulap Lokasi Jadi Taman Kota!

Eksistensi Antrabez yang telah terjaga sejak 2012 ini tidak lepas dari dukungan fasilitas kreatif di Lapas Kerobokan

Kepala Seksi Bimbingan Narapidana (Kasi Binadik), Moretska Viktor Noya, menyatakan bahwa studio mini di dalam lapas disediakan sebagai ruang bagi 1.700 warga binaan untuk bertransformasi.

"Antrabez adalah prototipe keberhasilan proses pembinaan yang mampu membawa nama baik Indonesia ke level internasional," pungkasnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Lapas Kerobokan

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved