Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Badung Kebut Pemasangan Pipa di Bawah Laut, Target Rampung Akhir Mei

Proyek pemasangan pipa yang dilakukan Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau yang lebih dikenal PDAM Badung terus berlanjut.

Tayang:
Istimewa
PEMASANGAN - Pemasangan pipa Perumda Tirta Mangutama Badung di bawah laut jalan Tol Bali Mandara pada Minggu 3 Mei 2026 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Proyek pemasangan pipa yang dilakukan Perumda Air Minum Tirta Mangutama atau yang lebih dikenal PDAM Badung terus berlanjut.

Pemasangan Pipa yang dilakukan di bawah laut itu pun trus dikebut untuk menambah aliran air bersih ke Badung selatan.

Proyek itu pun ditargetkan akan rampung pada akhir Mei 2026.

Diharapkan setelah suplai air meningkat, Perumda bisa langsung mengalirkan air bersih tanpa hambatan.

Baca juga: Wabup Badung Hadiri Melaspas Gong Kebyar di Banjar Silayukti: Lestarikan Warisan Budaya Bali

Dirut Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa mengatakan, pemasangan pipa ini akan masuk berada di bawah Tol Bali Mandara.

Pengerjaannya kini terus dilakukan hingga targetnya selesai akhir Mei 2026. 

"Target kita, ini terus dia bekerja. Hampir ya akhir bulan ini udah selesai dia," ujar Suyasa, Minggu 3 Mei 2026

Pihaknya menyebutkan, pipa PDAM Badung tersebut dibangun sepanjang 7,6 Km.

Setelah pipa terpasang, nantinya akan dilakulan penyambungan pada instalasi lama.

Baca juga: Bupati Badung Minta Puteri Indonesia Lingkungan 2026 Gencarkan Pelestarian Alam dan Budaya Bali

Kemudian air akan dialirkan dari Estuary Dam untuk menuju ke wilayah Badung selatan, seperti Kampial, Nusa Dua, dan Pecatu. 

"Kami di laut saja masang, enggak ada di darat. Maka dari itu proses pemasangan pipa besar dilakukan di laut,"  ungkapnya.

Dalam pengerjaannya, Suyasa menerangkan, ada sedikit kendala di lapangan.

Sebab pemasangan pipa baru dapat dilakukan saat air laut surut.

Baca juga: Dukung Pelestarian Adat, Wabup Badung Bali Apresiasi Semangat Gotong Royong Krama Puri Punggul

Selain itu dalam pengerjaannya PDAM Badung juga perlu berkoordinasi dengan sejumlah instasi.

"Kalau kendala teknis sebenarnya kendalanya kan kita bekerja tidak kayak di darat. Kalau di laut kan kita nunggu air pasang surut, sehingga enggak bisa 24 jam. Paling dia bisa empat jam dan sebagainya," imbuhnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved