Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Idul Adha 2026

Jelang Idul Adha, Disperpa Badung Siagakan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban di 62 Titik

Jelang Idul Adha, Disperpa Badung Siagakan 184 Petugas Periksa Hewan Kurban di 62 Titik

Tayang:
Tribun Bali/Dwi S
Ilustrasi hewan kurban 

 


TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Selain menggencarkan Vaksinasi PMK, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung mulai menyiagakan sebanyak 184 petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Ratusan petugas tersebut akan diterjunkan di 62 titik pemeriksaan yang tersebar di wilayah Kabupaten Badung.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, mengakui pemeriksaan dilakukan guna memastikan ternak kurban yang dipotong dalam kondisi sehat, aman, dan layak konsumsi masyarakat. 

"Pemeriksaan dilakukan mulai ante mortem pada 26 Mei 2026, kemudian dilanjutkan post mortem pada 27 sampai 29 Mei 2026. Kita pastikan daging kurban layak untuk di Konsumsi," ujarnya Kamis 14 April 2026.

Baca juga: LBH Bali Soroti Intervensi Aparat dalam Pembatalan Nobar Film Pesta Babi

Menurutnya, total petugas yang dilibatkan mencapai 184 orang. Rinciannya terdiri dari 60 petugas dinas, 100 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, serta 24 dokter hewan mandiri dari Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI). Raka Sukadana menjelaskan, berdasarkan data tahun sebelumnya, kebutuhan pemotongan hewan kurban di Badung diperkirakan mencapai 1.564 ekor. 

"Biasana saat kurban, kebutuhan 1.564 ekor yang terdiri dari 435 ekor sapi dan 1.129 ekor kambing," bebernya.

Baca juga: 7 Rekomendasi Handphone Rp3 Jutaan Mei 2026, Smartphone Mid-Level dengan Kualitas Kamera Tinggi

Menurutnya ketersediaan sapi aman dan mencukupi untuk kebutuhan kurban di Kabupaten Badung. Meski kebutuhan pemotongan cukup tinggi, pihaknya memastikan stok sapi di Badung masih sangat mencukupi. 


"Saat ini tercatat terdapat 7.665 ekor sapi siap potong dari total populasi sapi mencapai 33.978 ekor," tambahnya.


 Selain pemeriksaan kesehatan umum, petugas juga melakukan pengawasan terhadap potensi penyakit pada hewan kurban


"Sejauh ini, penyakit yang paling sering ditemukan berupa helminthiasis atau cacingan pada usus sapi dan cacing hati Fasciola gigantica," tegasnya


Namun demikian, pihaknya memastikan belum ditemukan kasus penyakit hewan menular strategis maupun zoonosis. Dalam pelaksanaan pemeriksaan nanti, petugas akan memantau kondisi fisik ternak sebelum dipotong serta memeriksa organ dalam setelah pemotongan dilakukan. "Langkah tersebut untuk memastikan daging yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi selama perayaan Idul Adha," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved