Berita Badung
Asper PSBS Badung Mulai Berdampak, Sampah ke TPS3R dan TPST Turun Hingga 60 Persen
Asper PSBS Badung Mulai Berdampak, Sampah ke TPS3R dan TPST Turun Hingga 60 Persen
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Program Aksi Percepatan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (Asper PSBS) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Badung sejak awal Maret 2026 mulai menunjukkan hasil signifikan. Volume sampah yang dikirim ke TPS3R maupun TPST disebut mengalami penurunan hingga 60 persen.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Made Rai Warastuthi mengatakan, program Asper PSBS dilakukan melalui pendataan, sosialisasi, pengawasan hingga pelaporan kondisi riil pengelolaan sampah di lapangan. Dalam pelaksanaannya, petugas telah mendatangi sekitar 109 ribu kepala keluarga (KK) di seluruh wilayah Kabupaten Badung.
"Di situ dilihat ada tempat pemilahan sampah, punya tempat pemilahan sampah, melakukan pemilahan, kemudian yang terakhir apakah mempunyai atau melakukan pengolahan sampah organik. Saat ini di Kabupaten Badung sudah seluruhnya, seluruh KK sudah terbagi komposter bag-nya,” ujar Rai Warastuthi, Rabu 20 Mei 2026
Baca juga: TIKET Pesawat Melambung Tinggi, Rute Bali-Jakarta Tembus Rp14 Jutaan, Kunjungan Terancam Tertekan!
Pihaknya mengakui DLHK Badung juga telah membagikan hampir 142 ribu komposter bag kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran dan praktik pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
Menurut Rai Warastuthi, dominasi sampah organik yang mencapai 60 hingga 70 persen menjadi faktor utama turunnya volume sampah yang dikirim ke TPS3R dan TPST.
Baca juga: BULLY Berujung Maut, Motif Sakit Hati 4 Pelaku Pembunuhan di Cabe Darmasaba Akui Habisi Rekannya!
"Kalau dari hasil pemantauan kita selama ini kurang lebih 60-70 persen itu kan sampah terdiri dari sampah organik. Apabila itu berhasil dipisahkan tentunya ya berkurangnya sekitar 60 persen," ungkapnya.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah warga yang belum menerima komposter bag, terutama penduduk pendatang yang tidak memiliki KK Kabupaten Badung. Namun pihaknya tetap mengimbau seluruh masyarakat agar mulai mengolah sampah organik secara mandiri di rumah masing-masing.
"Kita terus menghimbau atau mensosialisasikan supaya seluruh masyarakat mempersiapkan ini tanggal 1 Agustus ini minimal sudah bisa mengolah sampah organik secara mandiri di rumah masing-masing," terangnya.
Terkait rencana penutupan TPA Suwung pada 1 Agustus 2026, Dirinya mengaku terus melakukan berbagai langkah optimalisasi, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan residu.
"Kalau kita berupaya optimal ya, berupaya maksimal ya dengan adanya alat pengolah residu, kemudian mudah-mudahan incinerator juga bisa digunakan. Setelah itu pemilahan masyarakat juga ini, jadi kita optimalkan semuanya," imbuhnya. (*)
| KRISIS Air, Warga Kampial Antre Tangki PDAM 4 Hari, Ada Gangguan Pipa Transmisi Utama di Nusa Dua! |
|
|---|
| Bantuan Sosial Perayaan Waisak Rp 2 Juta per KK Cair untuk 210 Umat Budha di Badung |
|
|---|
| Stok Sapi Melimpah, Disperpa Badung Pastikan Hewan Kurban Aman dan Sehat |
|
|---|
| 2 Paskibraka Badung Lolos Ke Nasional, Dwi Berlatih dari Ekstrakulikuler, Angelia Fokus Psikotes |
|
|---|
| KRONOLOGI LENGKAP! Dikira Bangkai Tikus, Ternyata Ditemukan Jenazah Membusuk di Jimbaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Lingkungan-Hidup-dan-Kebersihan-Kabupaten-Badung-Made-Rai-Warastuthi.jpg)