Berita Bali

IESR dan Pemprov Bali Resmikan Empat PLTS di Tiga Desa, Total Kapasitas 15,37 kWp

Fabby Tumiwa menyampaikan sejak tahun IESR menginisiasi Desa Berbasis Energi Terbarukan sebagai bagian dari inisiatif Bali NZE 2045. 

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama Pemerintah Provinsi Bali meresmikan empat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga desa, dengan total kapasitas 15,37 kWp. IESR dan Pemprov Bali Resmikan Empat PLTS di Tiga Desa, Total Kapasitas 15,37 kWp 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Sebanyak empat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga desa, dengan total kapasitas 15,37 kWp diresmikan di Desa Banjarasem, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu 27 Agustus 2025. 

Acara peresmian ini dilakukan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama Pemerintah Provinsi Bali

Keempat PLTS tersebut dipasang di Kantor Perbekel Desa Banjarasem, Kabupaten Buleleng berkapasitas 3,48 kWp dengan baterai 4,8 kWh. 

Kapasitas yang sama juga dipasang untuk pompa air di Desa Baturinggit, Kabupaten Karangasem, Bali. 

Baca juga: Kapasitas PLTS di Bali Saat Ini Capai 50 MW, Siapkan Proyek Baru PLTS 9-10 MW di Badung

Sementara itu, Desa Batununggul di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung menerima dua instalasi yaitu PLTS dengan kapasitas PLTS 5,95 kWp dan baterai 4,8 kWh di Kantor Camat Nusa Penida, serta PLTS 2,46 kWp dengan baterai 5,12 kWh di SD Negeri 1 Batununggul. 

Pemasangan PLTS ini merupakan bagian inisiatif IESR untuk Desa Berbasis Energi Terbarukan di Bali dalam kerangka Bali Net Zero Emission (NZE) 2045. 

Berdasarkan analisis IESR, Bali memiliki potensi energi surya mencapai 22 GW. 

Namun, pemanfaatannya hingga saat ini masih kurang dari satu persen. Pemanfaatan energi surya di desa untuk aktivitas masyarakat dan pelayanan publik merupakan langkah awal mewujudkan kemandirian energi Bali serta memberdayakan masyarakat dalam transisi energi yang dimulai dari desa.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa menyampaikan sejak tahun IESR menginisiasi Desa Berbasis Energi Terbarukan sebagai bagian dari inisiatif Bali NZE 2045. 

Sejak Juni 2025, IESR melakukan pendampingan di tiga desa yaitu Baturinggit, Banjarasem, serta Batununggul. 

“Hingga Agustus 2025, dengan dukungan pemerintah desa, BUMDes, partisipasi aktif masyarakat, serta Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, telah terlaksana sosialisasi, pelatihan, dan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga desa tersebut. Tiga sistem PLTS telah beroperasi sejak Juli 2025, sementara PLTS dan  sistem penyimpanan daya berbasis baterai (Battery Energy Storage System, BESS) di Kantor Camat Nusa Penida direncanakan beroperasi penuh pada September 2025,” ungkap Fabby. 

Fabby juga menyebutkan pendanaan PLTS berasal dari  lembaga filantropi, ViriyaENB, yang mendukung inisiatif Bali Emisi Nol Bersih 2045 sejak 2023 lalu.

“Pemilihan desa sebagai lokasi proyek percontohan Desa Berbasis Energi Terbarukan dilakukan secara hati-hati, melalui penilaian multi-indikator yang dilakukan terhadap desa adat dan desa dinas di Bali berdasarkan masukan dari pemerintah daerah. Pemilihan ini mempertimbangkan potensi pemanfaatan energi terbarukan, kebutuhan listrik untuk pelayanan publik, manfaat ekonomi dan sosial, serta kesiapan masyarakat dalam berpartisipasi mengelola sistem energi berbasis komunitas,” imbuhnya. 

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang hadir dalam peresmian tersebut mewakili Gubernur Bali mengapresiasi inisiatif pemanfaatan PLTS yang dilakukan oleh IESR. 

Ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui penjelasan yang sederhana, khususnya mengenai manfaat dan efisiensi PLTS

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved