Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gerhana Bulan

FENOMENA Gerhana Bulan Total Diprediksi Akan Terjadi Pada Minggu 7 September 2025

Fenomena gerhana bulan total, diprediksi akan terjadi pada Minggu 7 September 2025.

Freepik
ILUSTRASI - Fenomena gerhana bulan total, diprediksi akan terjadi pada Minggu 7 September 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Fenomena gerhana bulan total, diprediksi akan terjadi pada Minggu 7 September 2025.

Fenomena ini akan berlangsung, dengan total durasi 5 jam 27 menit mulai 23.28 Wita sampai 04.55 Wita.

Sedangkan fase total saat bulan terperangkap umbra bumi, berlangsung selama 1 jam 22 menit pada 01.30 Wita sampai 02.52 Wita. Sementara itu, puncak GBT terjadi pada pukul 02.11.45 Wita.

Fenomena gerhana bulan total ini, diprediksi juga akan terlihat di Eropa, Australia, Afrika, dan Asia, termasuk di Indonesia.

Baca juga: MAYAT Membusuk dalam Mobil di Benoa Badung Terkuak! Pria 31 Tahun Asal Surabaya 

Baca juga: TABRAKAN Beruntun di By Pass Ida Bagus Mantra Klungkung, Libatkan 2 Truk, Pejalan Kaki Terluka 

Ketua Kelompok Kerja Manajemen Operasional Geofisika BBMKG Wilayah III Badung, Ein Nuzulul Laily, S.T., menjelaskan bahwa Gerhana Bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. 

“Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya,” jelasnya pada, Jumat 5 September 2025. 

Gerhana Bulan total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar (di satu garis lurus). Hal ini membuat Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi.

Saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah. Warna merah pada Bulan disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. 

“Cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi akan terhambur, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak, sementara cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah akan lolos dan mencapai permukaan Bulan, sehingga Bulan tampak merah,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved