Banjir di Bali
ISTRI Tewas & Suami Selamat, Banjir Bandang Terparah Terjang Bali, Waspada 3 Hari ke Depan!
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melakukan update bencana banjir, tanah longsor dan pohon tumbang di Bali pada Rabu (10/9)
TRIBUN-BALI.COM - Banjir yang melanda kawasan Jalan Raya Kerobokan–Canggu mengakibatkan pasangan suami istri (pasutri) terseret arus pada Rabu (10/9). Pasutri yang saat itu mengendarai mobil terjebak banjir dan tidak bisa berbuat banyak hingga terbawa arus.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali, dua mobil terseret arus deras. Satu di antaranya mobil yang ditumpangi pasutri tersebut. Dari hasil evakuasi petugas, suami yang diketahui bernama Jumayedi ditemukan selamat dan sudah dilarikan ke rumah sakit. Namun, istrinya bernama Endang Cafyaning Ayu (42) ditemukan telah meninggal dunia di Sungai Klecung, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara.
Camat Kuta Utara, Putu Eka Permana saat dikonfirmasi menyebutkan dirinya sempat menemui anak korban. Saat itu anaknya belum menemukan ibunya, namun ayahnya sudah ditemukan dan saat ini menjalani perawatan di puskesmas.
Diakui, derasnya arus air berasal dari wilayah utara akibat jebolnya salah satu tanggul di kawasan Mengwi. Air pun meluap hingga terjadi banjir bandang yang melumpuhkan arus lalulintas.
Baca juga: 9 KORBAN JIWA, Banjir Kepung Bali, BPBD Update 2 Masih Dicari, Ini Rekap Bencana 10 September 2025!
Baca juga: RATUSAN Warga Mengungsi Akibat Banjir, Klungkung Putuskan Status Tanggap Darurat
Baca juga: KISAH Pilu, Sang Anak Ceritakan Detik-detik Orang Tuanya Terseret Banjir, Ibunya Meninggal Dunia!
Untuk evakuasi mobil yang ringsek akibat banjir, masyarakat dibantu alat berat dari Dinas PUPR. Bahkan hingga sore tadi dilakukan proses evakuasi di Pasar Pengosar Kerobokan.“Mobilnya ringsek, jatuh keselokan yang jebol sudah dievakuasi,” ucapnya.
Kondisi banjir di Jalan Raya Kerobokan–Canggu sudah mulai surut. Bahkan sejumlah warga di sekitar kawasan tersebut sudah mulai melakukan pembersihan akibat dampak banjir. “Untuk rumah yang terkena banjir kami belum data. Karena ada yang tinggi dan ada yang rendah,” kata dia.
Sementara itu, Muhammad Saiful (26) syok mengetahui ibunya Endang Cafyaning Ayu (42) meninggal dunia setelah diseret banjir di dekat Pasar Pengosari, Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung pada Rabu (10/9). Bahkan sebelum jenazah ibunya ditemukan, dia sempat ikut mencari di seputaran Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari penuturannya, sebelum ditemukan meninggal, ibunya sempat menghubunginya. Saat itu korban menyebutkan jika dirinya bersama ayahnya terjebak banjir di wilayah Kerobokan.
“Sekitar pukul 04.10 Wita, ibu sempat telepon saya dan bilang mobil mereka terjebak banjir di dekat Pasar Pengosari Kerobokan. Saat saya coba hubungi lagi sekitar pukul 06.00 WITA sudah tidak ada jawaban,” ungkap Saiful.
Dijelasakan sekitar pukul 03.00 Wita dirinya melihat bapak dan ibunya pergi mengendarai mobil meninggalkan rumah untuk mengantarkan pesanan kue ke pasar maupun warung yang sudah menjadi langganan. Selang satu jam dia dihubungi dan mengatakan terjebak banjir.
Saat itu, Saiful tidak begitu menghiraukan, hingga sekitar pukul 06.00 Wita dirinya balik menghubungi ibunya. Hanya saja tidak ada tanggapan. “Mendengar informasi ada mobil terseret arus dan korban, saya langsung ke sini (TKP),” ucapnya.
Bahkan tidak lama dirinya mendapat informasi ada orang yang meninggal terjepit tembok di proyek vila Banjar Kelencung, Kelurahan Kerobokan Kelod. Setelah itu dirinya melihat ke lokasi ternyata yang meninggal tersebut adalah ibu yang hanyut bersama mobilnya.
Kelian Dinas Banjar Gede Kerobokan, I Made Gede Gunarsa menyebutkan banjir mulai menggenangi kawasan Pasar Pengosari sekitar pukul 04.30 Wita. Jalan utama depan pasar tertutup air sehingga tidak terlihat sama sekali. “Kami bersama juru parkir pasar segera menutup akses jalan dari arah timur menuju barat menggunakan bambu. Saat itu kendaraan tidak kami izinkan melintas karena jalan tertutup banjir,” jelasnya. (gus)
Hujan Disertai Angin Berpotensi hingga 3 Hari ke Depan
Provinsi Bali sejak Selasa (9/9) kemarin hingga siang Rabu (10/9) diguyur hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang dan kilat atau petir. Bahkan sejumlah wilayah dilanda banjir seperti di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar dan Jembrana.
| Pemkot Denpasar Bali Kembali Serahkan Bantuan Pasca Banjir Untuk 50 Orang Senilai Rp 1,1 Miliar |
|
|---|
| BIANG Kerok Banjir, Drainase Jalan & Saluran Irigasi Harus Pisah, Akademisi Soroti Proyek Drainase! |
|
|---|
| Akademisi Soroti Proyek Perbaikan Drainase di Bali, Kebanyakan Dilakukan Saat Musim Hujan |
|
|---|
| PUPR Bali Sebut Penyebab Banjir di Bali, Drainase Jalan Dan Perkotaan Harus Dipisahkan |
|
|---|
| Hujan Ekstrem Saat High Season, 1 WNA Tewas Saat Banjir, BTB Minta Drainase di Bali Diperhatikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/BPBD-Provinsi-Bali-melakukan-update-bencana-banjir.jpg)