Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Banjir di Bali

Warga Trauma dengan Hujan, Sembilan Rumah Warga di Bantaran Sungai Ayung Denpasar Hanyut

Banjir yang melanda Bali pada Rabu 10 September 2025 menyisakan duka mendalam dan trauma bagi warga.

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
BANJIR - Kondisi rumah di bantaran Sungai Ayung dekat jembatan penghubung Kesiman dan Sanur, Denpasar, Bali, pasca banjir yang meluluhlantakkan sembilan rumah warga, Sabtu 20 September 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Banjir yang melanda Bali pada Rabu 10 September 2025 menyisakan duka mendalam dan trauma bagi warga.

Tak hanya korban jiwa, harta benda seperti rumah dan kendaraan warga hanyut dihantam banjir.

Banjir juga meluluhlantakkan sembilan rumah warga yang berada di bantaran Sungai Ayung dekat jembatan penghubung Kesiman dan Sanur.

Salah satu warga yang rumahnya ikut hanyut terbawa banjir di Bantaran Sungai Ayung adalah, Huriah (55).

Selama 10 tahun tinggal di Bantaran Sungai Ayung, Huriah mengaku memang acapkali terjadi banjir.

Namun ini adalah banjir terparah yang terjadi. 

Baca juga: Usai Banjir, Pansus DPRD Bali Temukan 1 Korban Tewas di Dalam Sungai Mall Bali Galeria

“Waktu itu sedang ada di rumah, kalau hujan itu tidak bisa tidur. Pas jam 12.00 malam air hujannya sudah naik ke pondasi sungai."

"Jam 2 malam sudah se-dada saya. Saya sudah 10 tahun di sini dan baru kali ini banjirnya besar,” katanya pada, Sabtu 20 September 2025. 

Rumah Huriah berada persis di sebelah sungai.

Baca juga: TEWAS Terbawa Banjir! Jalan Kerobokan-Canggu Masih Tutup Pasca Jebol, Evakuasi Kendaraan Terperosok

Ia mengontrak tanah dengan biaya Rp1,6 juta pertahun.

Perempuan asal Lombok ini mengaku belum mendapatkan bantuan saat rumahnya hanyut.

Sementara ini ia tinggal di kos anaknya yang berada di Batubulan. 

“Hujan berhari-hari kemarin buat saya trauma. Di sini tinggal dengan empat orang anak dan menantu."

Baca juga: LUMPUH Jalan Kerobokan - Canggu Masih Ditutup Pasca Banjir, Kendaraan Terperosok Baru Dievakuasi

"Memang biasanya banjir tapi sampai kaki saja. Tapi kok airnya naik terus biasanya tidak sampai atas banjirnya akhirnya kita ke atas lagi untuk menyelamatkan diri, di sana nunggu sambil hujan-hujan baju apa yang dipakai di badan saja. Semua hanyut sisa rumah agak belakang saja,” tutupnya. (*)

 

Berita lainnya di Banjir di Denpasar

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved