Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Update Kasus K3matian Mahasiswa Unud, Polda Bali Belum Temukan indikasi Bullying, Perika 20 Saksi

Kasus kematian salah satu mahasiswa di Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra (22) masuk ke babak baru usai penyelidikan pihak kepolisian.

Tayang:
ISTIMEWA
SOSOK - Timothy dilaporkan jatuh dari lantai empat gedung FISIP Universitas Udayana, Denpasar, pada Rabu 15 Oktober 2025. Update Kasus K3matian Mahasiswa Unud, Polda Bali Belum Temukan indikasi Bullying, Perika 20 Saksi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kasus kematian salah satu mahasiswa di Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra (22) masuk ke babak baru usai penyelidikan pihak kepolisian.

Kepolisian Bali mengungkapkan hal yang menarik karena pihak kepolisian menjelaskan masih belum ada indikasi tindakan bullying terjadi.

Namun, Polda Bali akan terus melakukan penyelidikan bakan tengah memeriksa 20 saksi terkait.

Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy di Denpasar, Bali, pada Jumat 24 Oktober 2025.

Baca juga: Ayah di Tabanan Tega S3tubuhi Anak Kandung dari tahun 2023, Polisi: Belum Ada Gangguan Mental

Ia menegaskan bahwa dari pemeriksaan terhadap puluhan saksi, tidak ada yang mengindikasikan adanya tekanan atau perundungan yang dialami korban.

"Kami tegaskan, dari 20 saksi yang sudah diperiksa, belum ditemukan adanya indikasi bullying yang menjadi penyebab korban mengakhiri hidupnya," ujar Kombes Pol Ariasandy.

PEMBULLY - Enam mahasiswa pembully almarhum TAS di percakapan group WhatsApp meminta maaf di media sosial. TAS merupakan mahasiswa yang melompat dari gedung FISIP Unud, Rabu 15 Oktober 2025 lalu.
PEMBULLY - Enam mahasiswa pembully almarhum TAS di percakapan group WhatsApp meminta maaf di media sosial. TAS merupakan mahasiswa yang melompat dari gedung FISIP Unud, Rabu 15 Oktober 2025 lalu. (ISTIMEWA)

Baca juga: BESAR Kontribusi Bali Buat Pariwisata Nasional, Harusnya Ada Perhatian Khusus! Ini Kata BKSAP DPR RI

Kombes Pol Ariasandy menjelaskan bahwa proses penyelidikan di tahap awal sempat menemui beberapa kendala.

Salah satu hambatan signifikan adalah minimnya laporan awal dari keluarga korban.

"Awalnya, orang tua korban sempat memilih tidak membuat laporan polisi dan hanya menyerahkan surat pernyataan lantaran mempertimbangkan kondisi internal keluarga," beber dia.

Selain itu, sahabat dekat korban, yang diyakini memiliki informasi kunci mengenai kondisi psikologis dan persoalan pribadi Timothy, sempat menolak memberikan keterangan karena masih dalam kondisi syok.

"Waktu tanggal 15, penyidik sudah berupaya secara persuasif untuk menggali informasi, tetapi yang bersangkutan belum sanggup memberi keterangan karena masih dalam kondisi syok," jelasnya.

Baca juga: YACHT Sourcing Luncurkan Program Co-Ownership dengan Al Dhaen 310 Center Console 

Kendala penyelidikan mulai terurai setelah laporan resmi dari ayah korban diterima pada 20 Oktober.

Setelah laporan ini, penyidik kembali memanggil sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan tambahan.

Langkah penting terbaru yang dilakukan penyidik adalah pendalaman isi ponsel milik korban.

"Pada awalnya, handphone korban diamankan belum bisa kami periksa. Namun, setelah ada laporan polisi, keluarga menyerahkan ponsel itu, dan saat ini kami sedang mendalami isinya untuk mencari petunjuk lain terkait motif bunuh diri," kata Kombes Pol Sandy.

"Sampai saat ini kami belum menemukan bukti yang mengarah bahwa penyebab korban bunuh diri karena bullying," pungkas dia. (*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved