HIV dan AIDS di Bali
PRIHATIN, Dinkes Bali Catat Ada Penambahan 1.500 Kasus di Tahun 2025 di Hari AIDS Sedunia
Peringatan Hari AIDS Sedunia Provinsi Bali Tahun 2025 mengusung tema ‘Bersama Hadapi Perubahan Jaga Keberlanjutan Layanan HIV’
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Peringatan Hari AIDS Sedunia Provinsi Bali Tahun 2025, mengusung tema ‘Bersama Hadapi Perubahan Jaga Keberlanjutan Layanan HIV’ berlangsung di Wantilan DPRD Bali, Senin 1 Desember 2025.
Kepala Sekretariat KPA Bali, Anak Agung Ngurah Patria Nugraha, pada sambutannya mengatakan perkembangan situasi HIV/AIDS di Bali masih ditemukan kasus baru, sehingga diperlukan langkah-langkah penanggulangan secara terpadu melembaga, sistematis, komprehensif, partisipatif dan berkesinambungan.
“Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1987 sampai dengan September 2025, jumlah penemuan kasus baru HIV/AIDS di Provinsi Bali tercatat sebanyak 33.397 kasus dan sebarannya sudah meluas ke kabupaten/kota,” jelasnya.
Baca juga: KASUS Penganiayaan Berujung Penebasan, Putusan Bebas Dibatalkan, Suarjana Divonis 3 Tahun Penjara!
Baca juga: NGAMUK Lalu Rusak Rumah Paman, Pria Asal Desa Gelgel Diamankan Polres Klungkung !
Adapun tujuan peringatan Hari HIV/AIDS Sedunia, untuk melakukan percepatan pencapaian program HIV/AIDS dan PIMS dengan menggaungkan kembali Komitmen Sanur. Juga menormalisasi persepsi masyarakat tentang HIV/AIDS ke arah positif dengan harapan menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV (ODHIV).
“Serta meningkatkan kepedulian masyarakat untuk pentingnya melakukan tes HIV dan pengobatan ARV bagi orang dengan HIV dan AIDS secara dini. Dan menggalang komitmen semua pihak untuk lebih mengefektifkan upaya penanggulangan AIDS di Bali,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali, dr. I Nyoman Gde Anom mengatakan Hari AIDS Sedunia rutin diperingati setiap 1 Desember untuk meningkatkan kepedulian bersama-sama menanggulangi HIV/AIDS di masyarakat.
Kini, HIV/AIDS bisa dicegah dan bisa diobati yang terkena pun bisa hidup normal agar tak lagi ada stigma negatif mereka bisa bekerja dan beraktivitas seperti biasa.
“Justru kalau kita ketemu kasus HIV/AIDS lebih bagus lagi. Di tahun 2025 kita temui 1.500 kasus dari Januari sampai September paling tinggi Denpasar, Badung, Buleleng, Gianyar kita tetap ada peningkatan akumulasi tadi disampaikan ada 33 ribu dari setahun yang lalu itu 14 ribu, sudah diobati sisanya ini yang masih kita cari betul agar mereka tidak menularkan,” kata, Anom.
Dari jumlah kasus tersebut, kebanyakan ditemukan dari hubungan seksual dan penggunaan narkoba. Ia pun turut mengimbau agar masyarakat tak terkena penyakit HIV/AIDS. “Pakailah kondom saat berhubungan seks atau janganlah berhubungan seksual bebas,” pungkasnya. (*)
| KASUS HIV Bertambah 2.039 Orang, Dinkes Catat 31 Persen Pasien dari Luar Bali |
|
|---|
| PERIKSA Tempat Hiburan Malam, Cek VCT & Screening TBC Rutin, 18 Kasus ODHA Ditemukan di Gilimanuk! |
|
|---|
| ODHA di Bali Capai 21 Ribu, Putri Koster: Tekan Laju Penyebaran HIV/AIDS dengan Pendekatan Intensif |
|
|---|
| HIV AIDS di Denpasar Tambah 900 Kasus Per Tahun, Dinkes Bali Catat Penambahan 1.500 Kasus Tahun 2025 |
|
|---|
| CATAT 80 Kasus Baru HIV Per Tahun, Edukasi Bahaya Serta Cara Pencegahan Penyakit HIV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Peringatan-Hari-AIDS-Sedunia-Provinsi-Bali-Tahun-2025-csa.jpg)