Berita Bali
Update Normalisasi Pasca Banjir, Sisa Hutan Gundul Sejumlah 7 Persen di Bali
Gotong Royong Semesta Berencana di Bali, Rentin berharap, kabupaten lain akan siap sebagai host dan tuan rumah
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Bali masuk wilayah resiko tinggi hujan ekstrem saat Natal dan Tahun Baru.
Lantas bagaimana kelanjutan normalisasi usai bencana banjir di Bali pada September 2025 lalu di Bali?
Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali lakukan update kegiatan normalisasi.
Ketika ditemui usai Apel Siaga Bencana Provinsi Bali di Lapangan Renon, Selasa 2 Desember 2025, Kepala DKLH Provinsi Bali, I Made Rentin mengatakan Gotong Royong Semesta Berencana yang digagas oleh Gubernur Bali, pada bulan November kemarin masuk pada fase kedua.
Pada fase pertama secara serentak telah dilakukan penanaman dengan jumlah 35 ribu personil.
Baca juga: Ingin Buka Lahan Baru, 3 Warga Kintamani Bali Ini Potong 193 Pohon, Rusak Hutan Dengan Cairan Kimia
“Di fase kedua kemarin, secara kuantitas dan jumlah personil mungkin mengalami pengurangan, karena di samping suasana hari raya Umanis Kuningan, secara terpisah teman-teman di kabupaten/kota melakukan hal yang sama, baik kebersihan lingkungan maupun penanaman pohon,” jelas Rentin.
Lebih lanjutnya ia mengatakan, Gubernur Bali memesankan kepada DKLH Provinsi Bali, agar program Gotong Royong Semesta Berencana untuk dua hal, yakni penanaman pohon di satu sisi dan bersih-bersih lingkungan di sisi lain, yang secara konsisten terus-menerus telah dilakukan dalam setiap bulannya.
Jika di dalam tahap satu dan tahap dua masih dalam lingkup wilayah Kabupaten Badung, yakni di Desa Bongkasa Pertiwi, yang kedua dilakukan di kawasan Teluk Benoa, menanam lebih dari 2 ribu mangrove.
Ke depan, Rentin berharap, kabupaten lain akan siap sebagai host dan tuan rumah untuk agenda yang sama dalam rangka penanaman pohon dan bersih-bersih lingkungan.
Jika melihat kondisi kehutanan yang ada di Provinsi Bali yang secara presentase ideal harusnya 30 persen, Bali berada di angka 23,27 persen.
“Gubernur memiliki target dan ekspektasi yang cukup terukur, sampai dengan dua tahun ke depan, tidak lewat dari Tahun 2027 beliau berharap dengan gerakan gotong royong semesta berencana, cakupan lahan dan cakupan hutan di Provinsi Bali bisa mendekati atau bahkan ekspektasi beliau melampaui angka 30 persen,” bebernya.
Sementara sisanya 7,1 persen, Rentin mengatakan, ia didampingi oleh Pokli Gubernur bidang penyelamatan ekosistem danau, pantai, mata air, dan pegunungan telah memetakan hampir di sebagian besar kabupaten/kota, di mana terdapat lahan areal kosong yang perlu diberikan intervensi, yaitu dengan penanaman pohon.
Di sisi lain, ketersediaan bibit tentu menjadi atensi.
Dinas Kehutanan Lingkungan Hidup dalam hal ini berkontribusi dan berkoordinasi dengan berbagai balai di bawah Kementerian Kehutanan, bersinergi untuk dalam rangka penyiapan bibit pohon tersebut.
Sehingga terjadi pemerataan di seluruh wilayah di Provinsi Bali, tidak semata-mata Badung Denpasar saja, namun juga di seluruh kabupaten kota di Bali secara masif bergerak Gerakan Gotong Royong Semesta Berencana penanaman pohon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Update-Normalisasi-Pasca-Banjir-Sisa-Hutan-Gundul-Sejumlah-7-Persen-di-Bali.jpg)