Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Bali Waspada Cuaca Ekstrem, Basarnas Siaga di Kawasan Wisata, Warga Diimbau Utamakan Keselamatan

Cuaca ekstrem, masyarakat atau wisatawan yang berwisata di perairan diimbau agar selalu mengutamakan keselamatan safety. 

Tayang:
Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Kepala Kantor Basarnas Bali Nyoman Sidakarya. Bali Waspada Cuaca Ekstrem, Basarnas Siaga di Kawasan Wisata, Warga Diimbau Utamakan Keselamatan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kendati Bali masuk wilayah risiko tinggi hujan ekstrem saat Natal dan Tahun Baru, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra mengatakan aktivitas pariwisata di Pulau Dewata tetap berjalan. 

“Bali selalu siap, kan kita tahu sendiri pariwisata adalah lokomotif perekonomian Bali. Pariwisata ini lah yang terus menggerakkan perekonomian kita. Maka kita sama-sama jaga pariwisata kita tetap sustain, ciptakan iklim suasana yang kondusif,” ucap Indra pada Apel Siaga Bencana Provinsi Bali di Lapangan Renon, Selasa 2 Desember.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Kantor Basarnas Bali, Nyoman Sidakarya mengatakan,  mengantisipasi bencana terkait Nataru dengan situasi cuaca hidrometeorogoli antisipasi banjir dan kesiapsiagaan di wilayah Bali akan dilakukan seperti di Pelabuhan besar Gilimanuk, Padang Bai, Celukan Bawang termasuk Sanur yang saat ini sedang ramai luar biasa kunjungan ke Nusa Penida. 

“Kalau untuk wisata bahari tetap kita siaga semua personel nanti kesiapsiagaan di masing-masing daerah wisata dan personel alut kita siapkan terkait dengan mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan di wisata bahari, kami selalu koordinasi dengan stakeholder terkait seperti di pinggir pantai ada Balawisata dengan BPBD juga ada dan TNI/Polri,” ungkap Sidakarya. 

Baca juga: Update Normalisasi Pasca Banjir, Sisa Hutan Gundul Sejumlah 7 Persen di Bali

Memberikan imbauan juga ke masyarakat atau wisatawan berwisata di perairan agar selalu mengutamakan keselamatan safety. 

Personel tetap siaga di tempat-tempat wisata dengan alut untuk mengantisipasi hal terburuk di kegiatan wisata. 

“Kita tidak bisa menentukan titik-titik keramaian karena wisata di Bali ini luas tapi seperti di Kuta, Kuta Selatan, Pandawa, Melasti dan di Sanur juga, di objek wisata lain,” terangnya. 

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya mengatakan jika berbicara cuaca ekstrem berkaitan dengan potensi banjir, tanah longsor atau pohon tumbang. 

Pemetaannya sudah ada untuk Nataru pencegahan dilakukan di jalur-jalur pariwisata, jalur-jalur transportasi, akses jalan transportasi, kemudian di tingkat kemiringan, pegunungan-pegunungan. 

“Tingkat kemiringan itu tidak mesti pegunungan sebenarnya. Jadi di Kota Denpasar pun berpotensi longsor seperti halnya awal tahun ini kan itu longsor di Kelurahan Ubung, itu kan di dalam kota, jadi tidak mesti di pegunungan kalau longsor itu ya masing-masing pihak bisa mengetahui sebenarnya risiko apa di tempatnya itu melalui aplikasi Inaris sudah cukup,“ kata Teja. 

Kalau daerah rawan bencana, BPBD Bali telah mengidentifikasi terdapat 14 jenis bencana. Dari 14 jenis 9 di antaranya berisiko tinggi. 

Prinsipnya tidak ada sejengkal wilayah di Bali yang clear 100 persen aman bencana. 

“Tidak ada. Ada satu kawasan terancam bencana, dua tiga jenis bencana, ada yang lima jenis bencana, ada bahkan sepuluh jenis bencana dalam satu kawasan itu. Yang terpenting adalah kesiapan tadi,” pungkasnya. 

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved