Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nataru di Bali

DRIVER Pariwisata Bali Berharap Tak Ada Cancel Booking, Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026!

Dari rapat tersebut, diputuskan pembentukan tiga posko utama yang mulai beroperasi pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. 

Tayang:
IST
ILUSTRASI - Jelang high season serta memasuki libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, booking dari wisatawan yang akan berlibur ke Bali mulai masuk. Sejumlah driver pariwisata pun juga mulai mendapatkan booking trip dari para wisatawan mancanegara.  

TRIBUN-BALI.COM — Jelang high season serta memasuki libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, booking dari wisatawan yang akan berlibur ke Bali mulai masuk. Sejumlah driver pariwisata pun juga mulai mendapatkan booking trip dari para wisatawan mancanegara. 

Salah satu driver pariwisata Bali yang mulai mendapatkan banyak booking trip adalah Made Darma. Ia mengatakan booking trip mengalami kenaikan dari low season hingga 80 persen.

“Jauh dibanding low season, kemarin saya hampir di Galungan itu dapat kerja 3 kali seminggu. Jadi kalau saya bilang kemarin, seperti itu 30 persen dari sekarang 80 persen, akhir bulan ini 100 persen. Sampai Januari, kalau dari tamu rata-rata sampai Januari high season,” jelasnya, Rabu (10/12). 

Disinggung mengenai cuaca ekstrem berdampak cancel booking, Darma mengatakan tentunya cuaca menjadi penentu kegiatan pariwisata.

Baca juga: TANAM Ganja di Rumah, IKAWA Belajar dari Internet, Beli Benih di Spanyol, Dibekuk Polres Jembrana! 

Baca juga: SOPIR Truk Mitsubishi Diduga Mengantuk! 3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Pemuteran

“Itu yang menentukan nanti dari penerbangan, atau dari maskapai. Kita berharap tidak seperti itu, tetap ramai, normal. Karena pariwisata kita 80 persen menopang kehidupan orang Bali, kita berharap tidak ada cancel, jalan saja. Ya mudah-mudahan kita berdoa tidak sampai se-ekstrem itu,” bebernya. 

Sejauh ini, ia mengatakan belum ada cancel booking dari wisatawan yang akan berlibur ke Bali. Bahkan saat terjadi erupsi di Gunung Semeru, Darma mengatakan kondisi pariwisata di Bali masih terlihat normal. 

“Kemarin kita takutkan gunung meletus, tapi astungkara tidak sampai di Bali. Kita mohon doanya sama-sama,” pungkasnya. 

Sementara itu, menjelang libur Nataru, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bali menggelar apel pada Rabu (10/12). Apel tersebut dalam rangka giat keamanan saat libur Nataru.  

Kepala Satpol PP Bali, I Dewa Nyoman Dharmadi mengatakan yang pasti menjadi atensi adalah objek destinasi. Nantinya pengamanan akan bekerjasama dengan Kepolisian, TNI, juga pecalang. 

“Kita tidak sebatas Satpol PP Pariwisata juga, nanti semua membantu. Di destinasi-destinasi yang menjadi potensi masalah, keramaian, kan begitu. Astungkara selama ini berlangsung kegiatan nataru di Bali aman terkendali,” jelasnya, Selasa (9/12). 

Lebih lanjut ia mengatakan, selain Satpol PP Pariwisata pengamanan dan patroli saat Nataru juga akan dilakukan oleh anggota regu Satpol PP lainnya.

Patroli akan dilakukan satu minggu sebelum perayaan Nataru dan tidak hanya di destinasi namun di pelabuhan penyeberangan juga dilakukan pemantauan.

“Biasanya 10 hari sebelum Nataru sudah kita adakan patroli bersama. Kuta biasanya ramai, Jimbaran, Canggu, Berawa, itu daerah yang jadi sasaran para wisatawan,” pungkasnya. 

Volume Kendaraan Meningkat

Di sisi lain, libur Nataru 2025/2026 akan berkontribusi pada volume kendaraan di Kota Denpasar. Diprediksi, peningkatan kendaraan ke Denpasar ini mencapai 10 persen dari biasanya. Kenaikan ini diprediksi akan terjadi saat puncak liburan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar melakukan langkah antisipasi. Di antaranya dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) yang melibatkan TNI, Polri, BWD, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, Pol Eru, SOP Benoa, Organda, serta berbagai stakeholder terkait.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved