bisnis
BALI Tuan Rumah Event Internasional, SOM 20 Coral Triangle Dihadiri Ratusan Peserta Dari 6 Negara
Lebih lanjutnya ia mengatakan, acara ini digelar di Bali untuk memmudahkan akses para peserta yang hadir serta ingin memberdayakan Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Direktorat Pengelolaan Kelautan, menggelar event internasional di Bali yakni Senior Officials Meeting (SOM) ke-20 dengan tema ‘Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries dan Food Security (CTI-CFF)’ yang berlangsung di Padma Legian, Kuta pada Rabu 10 Desember 2025.
Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Hendra Yusran Siry, pada saat jumpa pers mengatakan pertemuan ini sekaligus untuk pengambilan keputusan kerjasama oleh enam negara yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste untuk kawasan yang disebut dengan segitiga karang.
“Ini adalah pertemuan yang ke-20 untuk komite pejabat senior biasanya kita laksanakan setiap tahun dan tahun depan nanti akan dilaksanakan di Indonesia. Kenapa di Indonesia? karena Indonesia menjadi Ketua Komite Pejabat Senior,” jelas, Hendra.
Baca juga: PILU, Kedua Kaki Putra Patah Tulang Pasca Kecelakaan, Dibawa ke RSUD Buleleng Pakai Mobil Kolbak!
Baca juga: ATASI Potensi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Akhir Tahun, AGP Gelar Pasar Murah di Bali
Lebih lanjutnya ia mengatakan, acara ini digelar di Bali untuk memmudahkan akses para peserta yang hadir serta ingin memberdayakan Bali. Senior Officials Meeting (SOM) ini dihadiri oleh 200 peserta, dimana satu negara mengirimkan puluhan peserta.
“Kemungkinan tahun depan juga akan diadakan di Bali juga, acaranya empat hari,” imbuhnya. Pada Senior Officials Meeting (SOM) juga dijelaskan bahwa KKP Direktorat Pengelolaan Kelautan telah meluncurkan soft launching sistem informasi tata ruang laut (SISKA) kemudian juga luas kawasan konservasi perairan laut.
“Kita menghadapi tantangan degradasi lingkungan kemudian tekanan masalah penangkapan ikan ilegal yang tidak diatur namanya ilegal, unregulated, unreported (IUU Fishing) kita melakukan upaya perlindungan dan perluasan kawasan konservasi juga,” bebernya.
Benefit menjadi tuan rumah pada acara SOM 20 ini, selain karena menjadi tuan rumah untuk sekretariat regional di Manado, acara ini merupakan tugas rotasi di mana setiap dua tahun berganti Ketua.
Setelah Indonesia, Ketua Komite akan jatuh ke Negara Malaysia untuk periode 2026-2028 lalu ke Papua Nugini. “Memang kita sama-sama bisa mengakomodir kepentingan nasional, juga menunjukan kekuatan diplomasi maritim juga memperkenalkan Indonesia khususnya Bali,” terangnya.
Keenam negara ini berada di kawasan segitiga karang mulai yang terhubung mulai dari Timur Indonesia, Timur Malaysia, Selatan Filipina, kemudian turun ke Timor Leste, lalu ke Kepulauan Solomon hingga sampai ke Papua Nugini.
“Seperti terumbu karang segitiga kita dihadapi tantangan perubahan iklim sekarang semakin teruk (parah) Bahasa Malaysianya. Kalau suhunya semakin meningkat lautnya semakin panas memicu bencana terlepas dari siklon juga terpengaruh. Kalau laut semakin panas mempengaruhi tata iklim dunia curah hujan dan sebagainya,” pungkasnya. (*)
| DARI Pedagang Pasar ke Agen BRILink, Ketut Suandini Tekuni Layanan Keuangan untuk Warga |
|
|---|
| EKPANSI Regional di Asia Tenggara, KKV Resmi Masuk Indonesia, Hadirkan Pengalaman Ritel Gaya Hidup |
|
|---|
| WASPADA! Rupiah di Level Terlemah, Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp17.300 Per Dolar AS |
|
|---|
| BONGKAR Modus Beras Premium Abal-abal Harga Mahal, Total Kerugian Capai Rp 10 Triliun |
|
|---|
| WADUH, Biaya Produksi Otomotif Naik, Terdampak Nilai Tukar Rupiah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/KKP-di-Bali-cf.jpg)