Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Polemik Penutupan TPA Suwung, Data Buktikan Denpasar Baru Bisa Tangani 500 Ton Sampah Per Hari

Penutupan TPA Suwung masih menjadi polemik dan perbincangan mengingat masyarakat kebingungan harus membuang sampah kemana.

Tayang:
Dok. Tribun Bali
TPA Suwung - Resmi, TPA Suwung Bali Tutup Permanen Akhir Desember 2025!. Polemik Penutupan TPA Suwung, Data Buktikan Denpasar Baru Bisa Tangani 500 Ton Sampah Per Hari 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penutupan TPA Suwung masih menjadi polemik dan perbincangan mengingat masyarakat kebingungan harus membuang sampah kemana.

Bahkan menurut data, di Denpasar sendiri, masih belum bisa mengolah sampah secara maksimal.

Seperti diketahui, TPA Suwung akan dilakukan penutupan total pada 23 Desember 2025 mendatang. 

Pemerintah Kota Denpasar mengakui adanya ketimpangan besar antara volume produksi sampah harian dengan kemampuan pengolahan yang dimiliki saat ini.

Baca juga: Pembangunan Pelabuhan di Pesinggahan Klungkung Segera Masuk Tahap Lanjutan

Wakil Wali Kota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, Denpasar hanya sanggup mengolah 500 ton sampah per hari. 

Padahal, total timbulan sampah yang dihasilkan kota ini mencapai 1.050 ton setiap harinya.

"Dari peta mitigasi, maksimal kami baru bisa menyelesaikan 500 ton per hari. Sementara produksi sampah Denpasar 1.050 ton per hari,”

“Ini yang harus segera kami pikirkan," ujar Arya Wibawa.

PENGOLAHAN SAMPAH - Aktivitas pengolahan sampah di PDU Kesiman Kertalangu Denpasar, Sabtu 13 Desember 2025.
PENGOLAHAN SAMPAH - Aktivitas pengolahan sampah di PDU Kesiman Kertalangu Denpasar, Sabtu 13 Desember 2025. (Tribun Bali/Putu Supartika/Putu Supartika)

Baca juga: URAI Kemacetan di Kuta Utara, Pemkab Badung Rancang Pengalihan Lalulintas di Jalan Raya Kerobokan

Untuk mengatasi itu dalam waktu singkat, Pemkot Denpasar menempuh langkah mitigasi darurat berbasis sumber. 

Hingga akhir tahun ini, pemerintah akan menyiapkan total 6.815 unit sarana pengolahan sampah ke desa dan kelurahan.

Ini terdiri atas 3.220 unit teba modern, dan 3.595 unit tong komposter.

Selain itu, optimalisasi dilakukan pada 24 TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle) dan pengaktifan kembali 338 bank sampah

Namun, Arya Wibawa mengakui TPS3R menghadapi kendala klasik berupa overload, di mana kapasitas mesin rata-rata 5 ton sering kali kalah cepat dibandingkan volume sampah masuk yang bisa mencapai 10 ton.

Di sisi lain, tiga Pusat Daur Ulang (PDU) di Padangsambian Kaja, Kertalangu, dan Tahura kini diperkuat dengan 9 unit mesin berkapasitas total 30 ton per hari, ditambah dua mesin yang sedang dalam tahap perakitan.

Baca juga: Usai Jalani Sidang Tipiring, Imigrasi Ngurah Rai Deportasi Bonnie Blue dan Tiga Rekannya

Arya Wibawa menekankan kekhawatirannya akan dampak ikutan dari kebijakan penutupan ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved