Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nataru di Bali

2026 Disebut Tahun ‘Kuncian Karma’, Jero Bayu Gendeng Ingatkan Keseimbangan Hidup

Mengenai 2026, Jero Master Made Bayu Gendeng mengatakan agar semua orang mulat sarira, sebab jika tidak bencana masih menghantui. 

Tribun Bali
Jero Master Made Bayu Gendeng di Podcast Tribun Bali. 2026 Disebut Tahun ‘Kuncian Karma’, Jero Bayu Gendeng Ingatkan Keseimbangan Hidup 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tahun 2026 adalah tahun pembayaran karma, atau kuncian karma yang dahsyat. 

Demikian dijelaskan oleh Jero Master Made Bayu Gendeng saat Podcast Tribun Bali bersama Pimpinan Redaksi Tribun Bali

Ramalan tahun 2026, cukup mengembirakan namun juga menjadi beberapa kabar kurang baik. 

Untuk itu ia mengatakan agar, sempatkan waktu saat matahari terbit tanggal 1 Januari 2026, semua orang melakukan meditasi menghadap ke arah matahari. 

Baca juga: POLRES Kawasan Bandara Ngurah Rai Intensifkan Patroli Dialogis Jelang Tahun Baru 2026

Pria yang memang ahli supranatural dan spiritual ini, menjelaskan bahwa semua orang punya karma. 

Namun pada 2026, pembayaran karma akan lebih cepat dan tepat diberikan kepada setiap orang. 

Jika seseorang berbuat buruk, maka karma buruk yang ia dapatkan. 

Begitu juga sebaliknya, jika ia berbuat baik maka pahala yang akan dipanen pada tahun 2026 ini. 

Pria yang pernah ikut ajang pemilihan bakat bersama Limbad ini, memang memiliki banyak kemampuan. Ia juga jero mangku, balian usada, ahli garis tangan, tenung dan sebagainya. 

Jero Master Made Bayu Gendeng bahkan belajar ke seluruh pelosok Indonesia, termasuk ke luar negeri untuk kian menajamkan ilmu supranatural dan spiritualnya. 

Ia memang sudah berbeda sejak kecil, bisa melihat makhluk tak kasat mata dan bahkan berkomunikasi. 

Ia lahir melik dengan berbagai tanda yang tak biasa, menjadi bukti nyata bahwa dia memang berbeda. 

Mengenai 2026, ia mengatakan agar semua orang mulat sarira, sebab jika tidak bencana masih menghantui. 

Sesuai filosofi Tri Hita Karana, bagaimana menjaga keseimbangan semuanya di alam semesta. 

Ia juga mengingatkan anak muda Bali, agar tidak meninggalkan ajaran leluhur, kembali memahami ajaran leluhur dan mempertajamnya demi masa depan lebih baik. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved