Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tahun Baru di Bali

PERANG Kembang Api di Simpang 6 Denpasar Terungkap Motifnya! Dilakukan 8 Anak Secara Spontan?

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kompol Laksmi mengungkapkan bahwa dari delapan remaja yang diamankan, sebagian besar di antara mereka.

Istimewa
PENANGANAN - Sejumlah remaja saat ditangani Polsek Denpasar Barat akibat "perang" kembang api di Simpang Enam, Denpasar, Bali, Rabu 31 Desember 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Motif dibalik aksi viral "perang" kembang api di Simpang Enam, Jalan Teuku Umar, Denpasar pada malam pergantian tahun akhirnya terungkap. 

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi W., S.H., membeberkan bahwa aksi yang sempat memicu keresahan publik tersebut ternyata terjadi secara spontan tanpa adanya perencanaan atau motif perselisihan sebelumnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Kompol Laksmi mengungkapkan bahwa dari delapan remaja yang diamankan, sebagian besar di antara mereka tidak saling mengenal satu sama lain.

"Mereka yang diamankan berjumlah 8 orang. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya saling kenal," ungkap Kompol Laksmi saat dihubungi Tribun Bali, pada Jumat 2 Januari 2025. 

Baca juga: 1 JENAZAH Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Dikremasi di Bali, Izin Layar Dipertanyakan Kemenpar

Baca juga: UPAYA Tekan Kasus Kanker Serviks, Gianyar Kini Terapkan Metode HPV DNA, Simak Penjelasannya!

Ilustrasi pesta kembang api (foto ini hasil generated AI).
Ilustrasi pesta kembang api (foto ini hasil generated AI). (DOK TRIBUN BALI)

"Memang ada yang berkelompok, tapi antar kelompok yang saling menembakkan kembang api itu sebenarnya tidak saling kenal," imbuhnya. 

Ia menjelaskan bahwa pemicu aksi saling tembak kembang api tersebut, murni karena faktor situasional di lapangan. 

Saat malam pergantian tahun, kelompok-kelompok remaja ini secara kebetulan berada di posisi yang saling berhadapan atau berseberangan.

"Hanya kebetulan saja mereka saling berhadapan atau berseberangan saat menyalakan kembang api. Jadi itu spontan saja, mereka saling mengarahkan kembang api karena terbawa suasana atau situasional di lokasi," paparnya. 

Terkait proses pemulangan para remaja ini, Polsek Denpasar Barat memanggil total tujuh orang tua ke Mapolsek. Jumlah orang tua berbeda dengan jumlah anak karena terdapat hubungan saudara di antara pelaku.

"Orang tuanya yang hadir ada 7 orang, karena dari 8 anak yang diamankan, dua di antaranya merupakan saudara kandung," jelas Kapolsek.

Meski aksi tersebut didasari spontanitas, pihak kepolisian tetap mengambil tindakan tegas berupa penahanan 1x24 jam untuk memberikan efek jera. 

Kini, kedelapan remaja tersebut telah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah membuat surat pernyataan resmi.

Langkah ini juga melibatkan perangkat desa/lingkungan. Surat pernyataan tersebut wajib diketahui dan ditandatangani oleh Kepala Lingkungan (Kaling) setempat agar pengawasan setelah kembali ke masyarakat bisa lebih maksimal.

"Kami menekankan bahwa peran keluarga dan lingkungan adalah benteng utama. Kami harap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi para orang tua untuk lebih ketat mengawasi aktivitas putra-putrinya, terutama di momen keramaian agar tidak terulang kembali tindakan yang membahayakan keselamatan publik," ujar Kompol Laksmi.

Sebelumnya, video aksi saling tembak kembang api di jantung Kota Denpasar ini sempat viral di media sosial dan mendapat kecaman luas dari warganet karena dianggap membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar yang sedang merayakan tahun baru. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved