Nyepi Di Bali
POLEMIK Nyepi di Bali, Sekum PHDI Beri Data Otentik Dari Gedong Kertya Catatan Sejak Tahun 1935!
Tahun 1951 dan 1955 (kalender tahun di antaranya tidak ditemukan) juga sama, Tawur dilakukan saat Tilem dan Nyepi sehari setelahnya.
TRIBUN-BALI.COM - Menanggapi ribut atau polemik ide perubahan tegak Nyepi dan simpang siur “tradisi kuno”.
I Ketut Budiasa, Sekum PHDI, memberikan keterangan tertulis di media sosialnya. "Saya minta tolong kakak tercinta PM, untuk cek ke Gedong Kertya melihat langsung arsip kalender dan membuat tabelisasi Tilem dan Nyepi dari tahun paling tua yang bisa ditemukan," sebutnya.
Ia kemudian memberikan hasilnya. Yaitu pada tahun 1935-1936, Tawur dilakukan saat Tilem dan Nyepi sehari setelahnya. 1937 - 1945 arsip kalender tidak ditemukan.
Tahun 1945, 1947 dan 1948 Tawur dilakukan saat Tilem dan Nyepi sehari setelahnya. Kalender 1949 dan 1950 ditemukan, tapi keterangan Nyepi tidak ditemukan (entah tidak ada atau tidak terbaca mengingat kalender Bali penuh tulisan kecil-kecil).
Tahun 1951 dan 1955 (kalender tahun di antaranya tidak ditemukan) juga sama, Tawur dilakukan saat Tilem dan Nyepi sehari setelahnya.
Baca juga: INI ALASAN Nyepi Akan Digelar Saat Tilem Kasanga, Bali Bakal Buat Kalender Sendiri, Sebulan 35 Hari!
Baca juga: ISI PESAN Terakhir Mahasiswa Ulah Pati di Jembatan Tukad Bangkung, Korban Panjat Railing 4 M di CCTV
Perubahan terjadi dari tahun 1960 dan seterusnya selama 7 tahun, sampai 1966, di mana pada periode ini Tawur dilakukan sebelum Tilem, dan Nyepi bersamaan dengan Tilem.
Selanjutnya dari tahun 1967 sampai sekarang (catatan: kalender 1969, 1970 dan 1974 tidak ditemukan) sudah seperti yang kita warisi sekarang: Tawur saat Tilem dan Nyepi sehari setelahnya.
"Sebagai penutup, saya ingin mengutip “Quiz Awal Tahun” dari pakar lontar, Bli Sugi Lanus," imbuhnya.
Tahun 2028 (Saka 1950) akan diadakan Tawur Agung Pancawalikrama. Sesuai sastra dan tradisi yang mendasarinya (ini tidak ada perdebatan), upacara tersebut diadakan pada TILEM KESANGA.
Jika hari Raya Nyepi diubah dan dilakukan pada saat Tilem, maka:
a. Nyepi 2028 diundur sehari
b. Tawur Pancawalikrama ditiadakan (karena tabrakan dengan sipeng Nyepi)
c. Jalan sendiri-sendiri
d. Urus sendiri-sendiri
e. Tidak usah dipikir karena tidak menyelesaikan masalah sampah.
"Ini sebagai hiburan saja, karena argumen “kembali ke tradisi kuno” justru terbantahkan oleh arsip sahih Gedong Kertya, Singaraja. Kota di mana saya belajar jatuh cinta dan patah hati untuk pertama kali hehe," ujarnya mengakhiri tulisannya. (*)
| NYEPI Agar Jadi Warisan Budaya UNESCO, PHDI Bali Akan Rapat dengan Sabha Walaka hingga Sabha Pandita |
|
|---|
| MENKO PMK Wakili Presiden Hadiri Dharma Shanti Nyepi Nasional di Bali |
|
|---|
| Pawai Ogoh-ogoh Malam Pangerupukan di Denpasar Tanpa Sound System |
|
|---|
| Mapepada Wewalungan di Catus Pata Klungkung, Sucikan Sarana Tawur Agung |
|
|---|
| 373 Ogoh-ogoh Akan Diarak di Denpasar Saat Malam Pengerupukan, Batas Waktu Pukul 24.00 Wita |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Polemik-Nyepi-di-Bali-rv.jpg)