Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani Berlanjut, Wayan Koster Sebut Komitmen Konektivitas Bali

Proyek jalan shortcut yang menghubungkan Singaraja–Mengwitani kembali berjalan yang diresmikan oleh gubernur Bali, Wayan Koster.

ISTIMEWA
AERIAL VIEW - Proses pembangunan Shortcut.Singaraja–Mengwitani. Berlanjut, Wayan Koster Sebut Komitmen Konektivitas Bali 

“Saya ingin jalan shortcut ini tuntas minimal sampai Titik 12 sebelum masa jabatan saya berakhir,” katanya.

Gubernur asal Buleleng ini menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur strategis di Bali paling lambat tahun 2030, pada periode keduanya sebagai gubernur.

Penuntasan infrastruktur ini dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata dan pusat usaha kelas dunia.

Menurut Koster, sektor pariwisata saat ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap perekonomian Bali, yakni mencapai 66 persen. 

Kontribusi tersebut menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali.

“Pariwisata Bali memberi manfaat luar biasa,"

"Tahun 2025 hingga 31 Desember, jumlah wisatawan mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah. Sebelum pandemi Covid-19 hanya sekitar 6,2 juta,"

"Jadi kalau ada yang bilang Bali sepi, itu keliru. Bali justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan,” tegasnya.

Baca juga: PANAS Diskusi Saat RDP Pansus TRAP Hingga Usir Legal Jimbaran Hijau, Sebut Akan Tetap Eksekusi Pura!

PERSIAPAN - Suasana persiapan proyek shortcut di dekat Gitgit Twin Waterfall, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (28/12).
PERSIAPAN - Suasana persiapan proyek shortcut di dekat Gitgit Twin Waterfall, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Sabtu (28/12). (Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury)

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada naiknya pendapatan daerah. 

Pendapatan sektor hotel dan restoran di seluruh kabupaten/kota di Bali tercatat meningkat, dengan tingkat hunian hotel berada di kisaran 75–85 persen.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tingginya aktivitas pariwisata juga memunculkan dampak negatif, terutama kemacetan dan persoalan sampah. 

Dua persoalan tersebut, menurutnya, tidak bisa diselesaikan tanpa dukungan infrastruktur dan sistem transportasi yang memadai.

“Masalah macet ini tidak bisa diselesaikan dengan ceramah. Ini soal infrastruktur jalan dan moda transportasi,"

"Karena itu, lima tahun ke depan kita fokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Bali Utara, Selatan, Timur, Barat, hingga Bali Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan konektivitas antar wilayah tersebut menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan dan mendukung pemerataan pembangunan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved