Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Pembangunan Shortcut Singaraja–Mengwitani Berlanjut, Wayan Koster Sebut Komitmen Konektivitas Bali

Proyek jalan shortcut yang menghubungkan Singaraja–Mengwitani kembali berjalan yang diresmikan oleh gubernur Bali, Wayan Koster.

ISTIMEWA
AERIAL VIEW - Proses pembangunan Shortcut.Singaraja–Mengwitani. Berlanjut, Wayan Koster Sebut Komitmen Konektivitas Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Proyek jalan shortcut yang menghubungkan Singaraja–Mengwitani kembali berjalan yang diresmikan oleh gubernur Bali, Wayan Koster.

Wayan Koster secara resmi memulai pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani melalui kegiatan Upacara Adat Ngeruak dan Ground Breaking. 

Kegiatan ini digelar di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026).

Pembangunan ini merupakan bagian strategis dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Pusat untuk menuntaskan konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan.

Baca juga: Sampah Denpasar dan Badung Dibuang di Bangli Dapat Persetujuan Menteri, Siap Beri Kompensasi

selain itu, proyek ini sekaligus juga akan meningkatkan keselamatan, efisiensi transportasi, dan kelancaran distribusi logistik.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan percepatan pembangunan jalan shortcut Singaraja–Mengwitani menjadi prioritas sejak dirinya kembali dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025. 

Dalam hitungan minggu setelah pelantikan, Gubernur Koster langsung menghadap Menteri Pekerjaan Umum untuk memastikan kelanjutan pembangunan shortcut yang telah direncanakan dari Titik 1 hingga Titik 12.

“Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk pelayanan transportasi penumpang maupun logistik,"

"Karena itu saya mohon agar pembangunan Titik 9 dan 10 dapat segera dilanjutkan, dan sekarang sudah berjalan,” ujar Gubernur Koster.

Ia mengucapkan proyek tetap berjalan dan kini memasuki tahap pelaksanaan. Gubernur Koster juga menegaskan perannya dalam mengawal proses, mulai dari tender, penandatanganan kontrak, hingga penentuan waktu ground breaking.

Wayan Koster tinjau shortcut terindah titik 7D dan 7E di Buleleng Bali
Wayan Koster tinjau shortcut terindah titik 7D dan 7E di Buleleng Bali (istimewa)

Baca juga: RETAK Pamedal Agung Kerta Gosa, Restorasi Rencana Tahun Ini, Status Aset Belum Jelas dengan Puri !

“Bukan untuk mengintervensi, tapi saya pastikan semua berjalan sesuai tahapan dan tidak berlarut-larut,"

"Setelah siap semua, saya carikan hari baik, dan ditetapkan 7 Januari 2026,” jelasnya.

dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berkontribusi besar melalui pembebasan lahan agar proyek berjalan tanpa hambatan.

Selanjutnya, Wayan Koster juga mendorong percepatan pembebasan lahan untuk Titik 11 dan 12 yang memiliki medan paling berat. 

Ia menargetkan proses pembebasan lahan dimulai pada tahun 2026, sehingga konstruksi dapat dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028 dan rampung sebelum akhir masa jabatannya pada 20 Februari 2030.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved