Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

PLN Bali Catat Sepanjang 2025 Transaksi SPKLU Meningkat 751 Persen

Secara year-on-year, transaksi penjualan SPKLU PLN UID Bali sepanjang 2025 tumbuh sebesar 751 persen.

Tayang:
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana SPKLU Center Bali yang berlokasi di Jl. Hayam Wuruk Denpasar. PLN Bali Catat Sepanjang 2025 Transaksi SPKLU Meningkat 751 Persen 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Pemanfaatan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Bali menunjukkan tren peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2025.

Seiring bertambahnya penggunaan kendaraan listrik, PT PLN (Persero) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan infrastruktur SPKLU yang merata, andal, dan terintegrasi di seluruh wilayah Bali.

Hingga akhir 2025, total SPKLU yang beroperasi di Bali mencapai 230 unit EV charger yang tersebar di 164 titik lokasi.

Dari jumlah tersebut, 150 unit SPKLU dikelola oleh PLN, sementara 80 unit lainnya dikelola oleh badan usaha SPKLU swasta.

Baca juga: DISKON 50 Persen Tambah Daya Listrik, Khusus Pelanggan Transaksi via PLN Mobile, Tarif Tidak Naik!

Kolaborasi ini dilakukan untuk memperluas akses layanan pengisian kendaraan listrik bagi masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan infrastruktur pendukung.

Pertumbuhan infrastruktur tersebut diikuti dengan peningkatan pemanfaatan layanan.

Secara year-on-year, transaksi penjualan SPKLU PLN UID Bali sepanjang 2025 tumbuh sebesar 751 persen.

Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik serta pentingnya ketersediaan infrastruktur pengisian yang memadai dalam mendukung perubahan pola transportasi.

Sebaran SPKLU ditempatkan di berbagai titik strategis yang menunjang mobilitas harian maupun perjalanan antardaerah.

Untuk kendaraan roda empat (R4), PLN mengelola 150 unit SPKLU yang tersebar di 93 lokasi, sedangkan untuk kendaraan roda dua (R2) tercatat 44 unit SPKLU aktif hingga Desember 2025.

Penempatan tersebut dirancang agar masyarakat dapat melakukan pengisian daya secara lebih nyaman dan terencana.

General Manager PT PLN (Persero) UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa penguatan SPKLU dilakukan tidak hanya melalui penambahan jumlah unit, tetapi juga peningkatan kualitas layanan dan keandalan sistem.

“PLN memastikan setiap SPKLU beroperasi sesuai standar teknis dan keselamatan, memiliki sertifikat laik operasi, serta terintegrasi dengan Charging Station Management System (CSMS) PLN agar layanan pengisian dapat dimonitor dan diakses secara real time,” ujar Eric, Sabtu 10 Januari 2026.

Ia menambahkan, peningkatan transaksi SPKLU sepanjang 2025 menjadi indikator penting dalam perencanaan pengembangan ke depan.

“Data transaksi ini menjadi dasar bagi PLN untuk memastikan pengembangan SPKLU dilakukan tepat sasaran, mengikuti pola kebutuhan masyarakat, serta tetap menjaga keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan,” jelasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved