Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Penyakit LSD Bisa Pengaruhi Harga Ternak di Bali, Apa Sebenarnya Penyakit Lumpy Skin Disease ini?

Kasus penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Jembrana menjadi perhatian serius mengingat hal ini bisa mempengaruhi harga ternak.

Tayang:
Tidak Ada/istimewa
CEK - Dokter hewan melakukan pengecekan kondisi peternakan sapi. Penyakit LSD Bisa Pengaruhi Harga Ternak di Bali, Apa Sebenarnya Penyakit Lumpy Skin Disease ini? 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Jembrana menjadi perhatian serius mengingat hal ini bisa mempengaruhi harga ternak.

tercatat hingga saat ini, 28 ekor ternak sapi warga sudah teridentifikasi terjangkit penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

Akhir pekan ini, Pemkab Jembrana bakal membahas hal ini dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

"Astungkara kita upayakan tangani dengan maksimal (penyakit LSD). Saat ini, belum mempengaruhi harga ternak kita dan masih stabil, semoga saja kondisinya tidak menyebar lagi," kata Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta saat dikonfirmasi, Kamis 15 Januari 2026. 

Baca juga: Karya Usaba Pitra Dimulai 18 Januari 2026, Dinkes Pastikan Makanan Cepat Saji Aman Dikonsumsi

Dia mengakui, isolasi ternak atau Lockdown lima desa dan satu kelurahan menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran penyakit kulit bentol pada sapi tersebut.

Di sisi lain, peternak juga diminta untuk tetap menjaga kebersihan kandang serta lakukan penyemprotan insektisida dan desinfektan sebagai upaya kontrol vektor seperti nyamuk dan lalat.

"Karena kemarin vektor nyamuk dan lalat diduga menyebarkan virus ini. Penyemprotan insektisida dan desinfektan harus rutin dilakukan. Untuk isolasi ternak kita fokuskan dulu di enam desa/kelurahan tersebut," ujarnya. 

Kemudian untuk vaksinasi, rencananya pihak Pemkab Jembrana bakal membahas soal LSD dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Sabtu 17 Januari 2026 mendatang. 

"Sabtu depan kita bakal rapat dengan Pak Dirjen terkait hal ini. Mengenai langkah penanganan hingga vaksinasi LSD akan diputuskan setelah pembahasan nanti," tandasnya.

Baca juga: TRAGEDI Kebakaran di Pos Tiket RSUD Klungkung, Pengunjung Sempat Panik Lihat Kobaran Api!

DISINFEKTAN - Penyemprotan disinfektan pada sapi di Jembrana
DISINFEKTAN - Penyemprotan disinfektan pada sapi di Jembrana (Tidak Ada)

Baca juga: Pilar Bali United Kadek Arel Kini Jadi Penyambung Lidah Pemain Gen Z di Exco APPI

Lantas, apa itu Lumpy Skin Disease (LSD)? 

Lumpy Skin Disease (LSD) adalah penyakit menular pada sapi yang ditandai dengan munculnya benjolan (nodul) keras pada kulit di seluruh tubuh.

Penyakit ini menyebabkan penurunan berat badan yang drastis, penurunan produksi susu, keguguran pada sapi hamil, hingga kerusakan kulit permanen yang menurunkan nilai ekonomi ternak. 

Kenapa area harus diisolasi?

Isolasi area sangat krusial karena:

Mencegah Penyebaran: Virus ini sangat mudah menular antar ternak dalam satu kandang melalui kontak langsung atau peralatan yang tercemar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
Live
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved