LSD di Bali
HARAP Lockdown Sapi Tak Sampai 6 Bulan, Anggota DPRD Bali Minta Kasus Penyakit LSD Segera Tuntas!
LSD belum mempengaruhi stok daging sapi di Bali sebab belum ada keluhan dari masyarakat yang mengatakan bahwa kekurangan stok sapi di pasar.
TRIBUN-BALI.COM - Sebanyak 28 ekor sapi dan kerbau di Kabupaten Jembrana terkonfirmasi positif terjangkit Lumpy Skin Disease (LSD). Akibatnya pengawasan lalu lintas ternak kini diperketat secara menyeluruh.
Untuk menghentikan penyebaran, pemerintah menetapkan lockdown khusus di wilayah Kabupaten Jembrana selama enam bulan. Aktivitas atau lalu lintas hewan dihentikan agar penyakit LSD tidak menyebar ke kabupaten lain.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPRD Bali, Gede Ghumi Asvatham berharap pihak-pihak terkait cepat melakukan antisipasi penanganan LSD. Menurutnya, langkah pemerintah sudah tepat dalam penanggulangan LSD.
Baca juga: WARGA Segel 2 SD di Kecamatan Kubutambahan, Yasmini Tak Tahu Pintu Pagar Digembok, Ini Perkaranya!
Baca juga: WAYAN Suyasa Resmi Berlabuh ke PSI, Jadi Ketua DPW Bali, Targetkan 4 Besar di Bali
“Mari kita selesaikan dulu di internal atau di Jembrana dulu. Setelah nanti selesai, pemerintah memberikan solusi yang terbaik, baru kita mulai lagi untuk ke pengiriman sapi,” jelasnya usai ditemui Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (19/1).
Diakuinya akibat LSD, para peternak sapi di Jembrana terdampak. Syukurnya para peternak di Jembrana bersikap kooperatif mengikuti arahan-arahan pemerintah saat ini.
Terlebih para peternak juga ingin ini cepat teratasi dan tidak sampai menyebar kabupaten lain. “Kita berharap supaya selesai di sana saja tidak ke mana-mana,” sambungnya.
Dewan Dapil Jembrana ini juga mengatakan belum mengetahui secara pasti total kerugian yang dialami oleh peternak. Mengenai kerugian ini, ia berharap nanti ada kolaborasi antara peternak pemerintah.
Mengenai lockdown, menurutnya sudah tepat dilakukan agar LSD tak menyebar. Para peternak juga diharapkan untuk bersabar.
“Nanti setelah LSD selesai, ikuti saja aturan pemerintah. Kita pastikan selesai. Nanti setelah selesai bisa lagi beroperasi seperti biasa,” bebernya.
Menurutnya, LSD belum mempengaruhi stok daging sapi di Bali sebab belum ada keluhan dari masyarakat yang mengatakan bahwa kekurangan stok sapi di pasar.
“Jadi saya rasa masih aman. Apalagi kita kan mau menyambut Hari Raya Besar. Masih belum ada dampak signifikan. Jadi sampai sekarang kita belum menempatkan masukan-masukan dari bawah itu belum ada. Jadi saya rasa di pasaran juga masih stabil. Juga nanti ke depannya semoga setelah ini selesai semua, dipastikan tidak ada yang terjangkit kembali. Jadi mungkin tidak harus sampai 6 bulan, mungkin lebih cepat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Distannak Gianyar, I Made Santiarka saat dikonfirmasi Senin (19/1) mengatakan sampai saat ini di Gianyar belum ditemukan sapi yang terjangkit LSD. Meski demikian, pihaknya tidak mengendurkan kewaspadaan terhadap kasus tersebut.
Dalam mencegah penyakit tersebut, ia mengimbau agar peternak sapi atau kerbau agar menjaga kebersihan kandang, lantai kandang bersih dan penyemprotan dengan desinfektan secara rutin. “Kebersihan kandang sangat diperlukan untuk mengindari ternak dari virus atau penyakit menular,” ujarnya.
Santiarka mengatakan, penyakit LSD secara umum mudah ditangani, asalkan peternak rajin membersihkan kandang dan mengurangi potensi berkembangnya lalat.
“Bila ditemukan sapi benjolan atau korengan, maka segera laporkan ke UPT Keswan, agar bisa secepatnya diberikan penanganan,” ujarnya.
| Lalulintas Ternak Sapi dan Kerbau di Jembrana Diperketat, Pemulihan Pasca Diserang LSD |
|
|---|
| HANYA Kecamatan Pekutatan Tak Ada Suspek LSD, Baru 456 Ekor Ternak Warga Terima Vaksinasi |
|
|---|
| TAMBAHAN Dosis Khusus untuk Zona Tertular LSD, Masih Jauh Kurang Dari Total Estimasi Populasi |
|
|---|
| Kasus LSD, Jembrana Bali Dapat Tambahan 3.940 Dosis Vaksin, Kurang Dari Total Estimasi Populasi |
|
|---|
| BATAL Lockdown di Buleleng, 3 Sapi LSD Sembuh, Ini Kata Dinas Peternakan! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Sapi-Gianyar-Bali-Bebas-Kasus-LSD-Distanak-Perketat-Pengawasan.jpg)