LSD di Bali
Lalulintas Ternak Sapi dan Kerbau di Jembrana Diperketat, Pemulihan Pasca Diserang LSD
Kabupaten Jembrana sempat digempur penyakit Lumpur Skin Disease (LSD) belum lama ini. Total ada enam desa yang sebelumnya diserang
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Kabupaten Jembrana sempat digempur penyakit Lumpur Skin Disease (LSD) belum lama ini.
Total ada enam desa yang sebelumnya diserang penyakit kulit berbenjol ini.
Meskipun belum ditemukan kasus baru, petugas serta peternak masih fokus melakukan penyembuhan dan pencegahan LSD kembali menyebar.
Saat ini, petugas lapangan masih terus memonitoring kesehatan hewan milik peternak Gumi Makepung.
Baca juga: BATAL Lockdown di Buleleng, 3 Sapi LSD Sembuh, Ini Kata Dinas Peternakan!
"Astungkara hingga saat ini belum ditemukan lagi kasus baru atau suspek baru LSD," ungkap Kabid Peternakan, Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta saat dikonfirmasi, Selasa 14 April 2026.
Dia menyebutkan, beberapa bulan lalu, kasus LSD memang sempat menyerang ternak warga Jembrana.
Tercatat ada puluhan ekor ternak sapi warga yang terjangkit. Sehingga sempat dilakukan penanganan berupa pemotongan paksa terhadap sejumlah ekor sapi sebagai upaya memutus rantai penyebaran.
Baca juga: Jembrana Bali Terima Laporan 22 Ekor Sapi Suspek LSD, Petugas Ambil Sampel, Peternak Diminta Tenang
"Saat ini, kita masih fokus pada proses pemulihan," imbuhnya.
Disingung mengenai lalulintas ternak yang bisa saja berpotensi menyebabkan penyebaran LSD kembali merebak, Sugiarta menyatakan sudah meminta kepada petugas medik veteriner Jembrana untuk memantau seluruh ternak milik warga.
Apalagi sebelumnya penyebaran LSD terjadi di enam desa hingga meluas ke empat kecamatan yang ada kecuali Kecamatan Pekutatan.
Selain monitoring lapangan, kata dia, petugas juga telah menyalurkan sedikitnya 2.100 dosis vaksin LSD dari total alokasi sebanyak 3.940 dosis di Jembrana.
Baca juga: MESKI Belum Ada Temuan LSD di Badung, Namun Jual-Beli Sapi di Pasar Hewan Beringkit Diawasi Ketat!
"Yang terpenting saat ini adalah melakukan monitoring untuk mengidentifikasi ternak yang kemungkinan terjangkit atau suspek. Kemudian juga melancarkan vaksinasi LSD sebagai opsi lain upaya penyebaran virus tersebut,"
"Kami juga harap peternak tetap memperketat lalulintas ternak serta memperhatikan kebersihan kandang ternak mereka agar terhindar dari penyakit kulit berbenjol pada ternak ini," imbaunya. (*)
Berita lainnya di Penyakit LSD
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Jembrana-Bali-Terima-Laporan-22-Ekor-Sapi-Suspek-LSD-Petugas-Ambil-Sampel.jpg)