Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Oknum Guru Lecehkan Staf TU SMK di Buleleng, Potensi Pikiran Seksis? Disdikpora Ancam Pecat

Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru di sebuah sekolah SMK di Buleleng terus menjadi perhatian.

Tayang:

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang oknum guru di sebuah sekolah SMK di Buleleng terus menjadi perhatian.

Hal ini mengingat tindakan pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru ASN ini mencoreng nama sekolah sebagai tempat yang aman bukan hanya untuk siswa tapi juga bagi seluruh orang di dalamnya.

Modus pelaku melakukan tindakan pelecehan ini masih belum diketahui, namun apakah tindakan ini termasuk seksisme?

Hingga saat ini, polisi telah mengamankan rekaman CCTV dan segera memanggil terlapor yakni Ketut SW untuk dimintai keterangan. 

Baca juga: Kualitas Wisatawan ke Bali Menurun, WNA Asal Belarusia Mengamuk di Hotel hingga ke Pantai Lovina

Hal tersebut diungkapkan Kanit IV PPA dan Tipidter Sat Reskrim Polres Buleleng, IPTU Agus Fajar Gumelar. 

Dikatakan dia, pasca dilaporkan pada Sabtu (24/1/2026) pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengamankan rekaman CCTV.

“Untuk sementara sampai sekarang baru korban yang dimintai keterangan. Kami juga segera melakukan pemeriksaan visum terhadap korban,” jelasnya, Selasa (27/1/2026). 

Rencananya pekan ini polisi akan memeriksa terlapor yakni Ketut SW. Sebab korban dan terduga pelaku sudah saling kenal. 

Tak hanya itu, polisi juga akan memeriksa teman MW, karena dia merupakan orang pertama yang mengetahui pasca kejadian. 

“Karena dari infonya, saat kejadian korban hanya berdua dengan terlapor,” imbuhnya. 

Baca juga: BENGKUNG! Wahana Bunge Jumping Buka Lagi di Pantai Kelingking, Satpol PP Klungkung Segera Tutup

Kronologi Pelecehan

Peristiwa pelecehan ini dialami oleh MW pada Kamis (22/1) sekitar pukul 10.18 WITA. 

MW yang saat itu sedang melaksanakan tugas piket jaga di front office sekolah, tiba-tiba didatangi oleh Ketut SW yang merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Perbuatan Ketut SW membuat MW merasa tidak nyaman dan terganggu secara psikis. 

Terlebih dilakukan di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi seluruh civitas akademika, sementara Ketut SW, diduga merupakan guru

“Pengakuan korban dicium satu kali di pipi. Dari hasil pengamatan kami, korban terlihat shock. Korban mengaku tidak menyangka tiba-tiba dicium,” jelasnya. 

Kasus ini sempat viral di media sosial. Oknum guru ASN diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang staf TU diduga terjadi di SMK Bali Mandara, Kabupaten Buleleng.  

Baca juga: BCA Singapore Airlines Travel Fair 2026 Bali Kembali Digelar, Dapatkan Beragam Promo Menarik!

Disdikpora Ancam Pemecatan Oknum Guru

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bali, Ida Bagus Wesnawa Punia ketika dikonfirmasi mengatakan sebetulnya pihaknya sudah melakukan pemanggilan kepada yang terduga pelaku pelecehan dan yang menjadi korban pelecehan

“Kita coba lihat dulu, mencermati real kondisi yang terjadi pada saat itu. Cuma hari ini (kemarin) dilakukan mediasi di sana (Buleleng),”

“Kemudian nanti seperti apa yang akan langkah-langkah strategisnya Pemprov Bali setelah kita mungkin bertemu dengan terduga pelaku dan terduga korban, otomatis kita akan merujuk kepada aturan birokrasi ini,” jelasnya, Selasa (27/1). 

Sebetulnya kasus ini seharusnya ditindak terlebih dulu oleh Disdikpora Bali, namun menurutnya Satuan Pendidikan di Buleleng belum memahami aturan atau regulasi yang berlaku. Sebab mediasinya tak dilakukan pertama kali di Disdikpora. 

“Kami juga akan melibatkan teman-teman inspektorat Provinsi Bali dan terakhir di Badan Kepegawaian Daerah (BKD),”

“Jadi kan mekanismenya kalau sampai hal sensitif, bisa sampai pemecatan dan segala macam kan di ranah teman-teman itu,” sambungnya. 

Perlu Pembenahan Tata Kelola 

Ida Bagus Wesnawa Punia mengatakan perlunya pembenahan tata kelola sistem pendidikan di Bali pada umumnya. 

Kejadian pelecehan pada anak sekolah di Bali membuat dunia pendidikan di Bali tercoreng. 

“Nah kalau kami, Dinas Pendidikan Provinsi Bali sudah khan sesuai dengan aturan regulasi, kemudian sudah menyiapkan bagaimana sekolah aman. Jadi ekosistem pendidikannya kita kawal,” ungkapnya, Selasa (27/1). 

Lebih lanjut ia mengatakan pada dua pekan lalu ia telah mengundang kepala sekolah se-Bali, untuk lebih mensosialisasikan fungsi koordinasi sekolah SMA, SMA, SMK, SLB juga Provinsi Bali.

Melalui koordinasi tersebut ia mengaku telah menyamakan langkah dan pretensi untuk pemikiran bagaimana sebenarnya melakukan kata kelola di bidang pendidikan yang baik dan benar. 

“Sekarang ini mungkin teman-teman di satuan pendidikan melihat hal-hal begitu seperti payung hukum, dan segala macam,”

“Sudah membuat sebenarnya kata kelola yang sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali kan membentuk SDM Bali Unggul untuk menyiapkan kualitas SDM yang berbasis kearifan lokal,” terangnya. 

Pelecehan seksual di dunia pendidikan seperti ini jadi penghambat untuk pencapaian target-target pendidikan di Bali. 

Karena dunia pendidikan itu keluaran akhirnya adalah daya saing tenaga kerja.

“Tenaga kerja yang agak lemah ya nanti dampaknya krama Bali agak repot juga kita bersaing di tataran nasional dan global. Itu visi kita sebenarnya, Dinas Pendidikan Provinsi Bali menyiapkan SDM Bali Unggul,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved