Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

RUANG Sidang DPRD Bali Rampung Direnovasi, Habiskan Anggaran Rp16 Miliar, Lanjut Upacara Melaspas!

Usai dipelaspas, Ruang Sidang Utama DPRD Bali dijadwalkan mulai digunakan pada 30 Januari 2026 untuk agenda sidang paripurna istimewa.

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
USAI DIRENOVASI - Ruang Sidang DPRD Bali telah rampung dan resmi setelah diupacarai Melaspas, Rabu (28/1). 

TRIBUN-BALI.COM - Ruang Sidang DPRD Bali telah rampung dan resmi setelah diupacarai Melaspas, Rabu (28/1).

Sekretaris DPRD Bali, I Ketut Nayaka, menjelaskan bahwa pekerjaan renovasi Ruang Sidang Utama DPRD Bali telah selesai pada akhir Desember 2025 sesuai masa kontrak yang ditetapkan selama 205 hari.

Namun, penggunaan gedung baru dilakukan setelah melalui prosesi pelaspasan. “Kalau sesuai kontrak kan 205 hari. 205 hari akhir Desember sudah selesai. Kita kan nyari dewasa (hari baik) untuk pelaksanaan pelaspas,” ungkap, Nayaka. 

Ia menambahkan, anggaran untuk pelaksanaan pelaspasan baru tersedia pada tahun anggaran 2026, sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan sejumlah perbaikan tambahan.

“Kemudian biayanya kan baru di tahun ini ada, tahun 2026. Kemudian perbaikan kursi-kursi juga. Itu sehingga Astungkara sekarang bisa diplaspas,” katanya.

Baca juga: SEKDA Anyar Kota Denpasar Dilantik Jumat Ini, Eddy Mulya Raih Nilai Tertinggi 87,15

Baca juga: PROYEK Akomodasi di Ceking Dihentikan Satpol PP, Ternyata Belum Kantongi Izin, Simak Beritanya!

Usai dipelaspas, Ruang Sidang Utama DPRD Bali dijadwalkan mulai digunakan pada 30 Januari 2026 untuk agenda sidang paripurna istimewa.

“Nanti rencana tanggal 30 kita gunakan untuk sidang paripurna istimewa. Agenda mengucapkan janji anggota dewan yang pengganti antarwaktu,” jelas Nayaka.

Terkait lingkup pekerjaan renovasi, Nayaka menyebutkan sejumlah bagian gedung mengalami pembaruan, terutama pada struktur utama ruang sidang.

“Oh, yang direnovasi plafon, kemudian ini lantainya, perluasan podium. Kemudian ada pelebaran di situ (penambahan selasar di kanan-kiri. Kemudian ganti atap. Atap karena banyak bocor. Itu sih yang intinya,” ujarnya.

Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada interior ruangan yang dinilai sudah lama tidak diperbarui.
“Kalau yang lain kan pergantian wallpaper itu kan memang sudah kemarin, sudah kurang bagus juga, sudah lama,” imbuhnya.

Untuk mebel atau perabot ruang sidang, Nayaka menegaskan tidak termasuk dalam kontrak renovasi utama dan dilakukan melalui anggaran pemeliharaan. Renovasi juga mencakup pelebaran area selasar yang nantinya difungsikan untuk menunjang kenyamanan anggota dewan dan undangan saat jeda persidangan.

“Selasar nanti rencananya kan selama ini kalau sidang kan anggota termasuk undangan kalau acara konsumsi makan siang atau itu kan berdiri semua. Nanti kita harapkan nanti kalau sudah ada alat, perlengkapannya, kita siapkan meja sama tempat duduk sehingga pada saat istirahat konsumsinya itu bisa mereka duduk tidak berdiri kayak kemarin-kemarin itu,” ucap Nayaka.

Selain renovasi fisik, DPRD Bali juga menambah fasilitas videotron di area gedung utama. Terkait pembiayaan renovasi, Nayaka menyebut nilai proyek mencapai lebih dari Rp16 miliar. Anggaran yang digunakan yakni APBD Induk 2025.

“Ya, kalau sesuai perjanjian sekitar Rp 16 miliaran lebih sedikit gitu. Saya enggak hafal lebihnya itu,” katanya.
Pelaspasan Ruang Sidang Utama DPRD Bali turut dihadiri sejumlah anggota dewan dan jajaran internal sekretariat DPRD.

“Kebetulan para anggota juga ada yang keluar daerah yang berkenan hadir, hadir, ada Pak Wiria tadi ada kelompok ahli juga dan staf kita semua,” tutupnya. (sar)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved