Seputar Bali
Kabupaten Badung Waspada Kemunculan Virus Nipah Ancam Dunia Pariwisata, Adi Arnawa: Lebih Selektif
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa pastikan kasus virus Nipah yang heboh di India tak akan masuk ke wilayahnya.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa pastikan kasus virus Nipah yang heboh di India tak akan masuk ke wilayahnya.
I Wayan Adi Arnawa memastikan akan melakukan segala jenis cara guna menjauhkan potensi merebaknya virus ini bisa merusak pariwisata Badung.
Bupati badung ini mengatakan jika masyarakat saat ini tidak cukup hanya mendengar imbauan pemerintah.
Bahkan dirinya meminta seluruh warga untuk bersama-sama mawas diri dengan adanya kemunculan virus baru tersebut.
Baca juga: DARI Limbah Jadi Berkah, Serhalawan Meliza Fransisca Sukses Kembangkan Kerajinan Ramah Lingkungan
Meski virus belum masuk Indonesia termasuk Bali, namun pihaknya meminta agar instansi terkait yang berjaga pada pintu-pintu masuk Bali untuk lebih selektif dan menekankan kewaspadaan kepada wisatawan.
"Jadi teman-teman di Imigrasi juga perlu lebih selektif. Bagaimana ciri-ciri orang terkena virus itu agar kita tau,”
“Kita harus belajar dari pengalaman Covid-19 sehingga itu perlu menjadi pedoman untuk menyikapi dari pada virus nipah ini," ujarnya.
Diakui dengan pengalaman covid-19, pihaknya mengharapkan pemerintah dan masyarakat bisa siap mengambil sikap jika adanya virus tersebut.
Kendati demikian pihaknya sangat berharap agar virus itu tidak sampai masuk Indonesia khususnya Bali dan Badung.
Seperti diketahui Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar juga meningkatkan pengawasan terhadap penumpang yang terbang dari India ke Bali untuk mencegah penularan virus Nipah.
Hal ini dilakukan setelah India melaporkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Nipah di sana.
Baca juga: ASTAGA Ternyata Bukan Guru! Pelaku Pelecehan Staf TU SMK di Buleleng Diduga Kepala Sekolah?
Meski belum ditemukan virus nipah di Bali, namun Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga melarang keras masyarakat makan buah bekas gigitan kelelawar.
Mengingat virus ini berasal dari kelelawar sebagai inangnya. Sebab, kebiasaan warga adalah suka mengkonfirmasi buah bekas gigitan kelelawar karena dianggap matang natural.
Virus Nipah di Negara Tetangga tak Pengaruhi Jumlah Wisatawan Masuk Bali
Virus nipah kini telah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di sejumlah Negara seperti Malaysia, Singapura, India, Bangladesh, dan Thailand. Di Indonesia sendiri, belum ditemukan kasus pasien terjangkit virus nipah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bupati-Badung-I-Wayan-Adi-Arnawa-pembuangan-sampah-123.jpg)