Berita Bali
Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Denpasar Minta Warga Waspada dan Hindari Kontak dengan Kelelawar
Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Denpasar Minta Warga Waspada dan Hindari Kontak dengan Kelelawar
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
"Kami sudah berkoordinasi dengan rumah sakit di Kota Denpasar agar menyiagakan ruang isolasi untuk merawat pasien jika sewaktu-waktu ditemukan kasus suspek atau positif Virus Nipah," jelasnya.
Selain persiapan teknis medis, Dinkes juga gencar meningkatkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai PHBS kepada masyarakat sebagai upaya preventif jangka panjang.
Sementara RSUD Wangaya Denpasar memastikan kesiapan dalam mengantisipasi potensi kasus Virus Nipah dengan menyiapkan alur penanganan pasien serta dua jenis ruang isolasi, yakni ruang isolasi nonventilator dan ruang isolasi dengan ventilator.
Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Wangaya, dr I Wayan Edy Wirawan, mengatakan rumah sakit milik Pemerintah Kota Denpasar itu telah memiliki prosedur penanganan apabila ditemukan pasien dengan kecurigaan terinfeksi Virus Nipah yang memerlukan isolasi ketat.
“Untuk kesiapan menghadapi Virus Nipah, kami sudah memiliki alur penanganan. Jika ada pasien yang dicurigai, kami telah menyiapkan ruang isolasi khusus,” ujar dr Edy.
Ia menjelaskan, pasien dengan kecurigaan Virus Nipah harus menjalani pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu.
Namun, karena pemeriksaan spesifik Virus Nipah belum tersedia di RSUD Wangaya, pasien akan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Dari sisi fasilitas, RSUD Wangaya telah menyiapkan ruang isolasi bertekanan negatif untuk mencegah penularan melalui udara.
Dalam ruang isolasi tersebut, pasien diwajibkan menggunakan masker, sementara tenaga medis dilengkapi alat pelindung diri (APD) sesuai standar pelayanan kesehatan.
"Ruangannya bertekanan negatif, seperti ruang isolasi untuk penyakit dengan penularan melalui udara," jelasnya.
Saat ini, RSUD Wangaya memiliki dua kategori ruang isolasi.
Pertama, ruang isolasi nonventilator dengan kapasitas enam tempat tidur yang diperuntukkan bagi pasien yang masih dapat bernapas secara mandiri.
Kedua, ruang isolasi dengan ventilator, juga berkapasitas enam tempat tidur, untuk pasien dengan kondisi sesak napas yang memerlukan bantuan alat pernapasan.
"Jika pasien mengalami sesak napas, akan langsung dikonsultasikan dengan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis paru. Penanganan disesuaikan dengan gejala dan kondisi klinis pasien," tambah dr Edy.
Dia menegaskan, hingga saat ini belum ada pasien yang dicurigai terinfeksi Virus Nipah di RSUD Wangaya.
Meski demikian, pihak rumah sakit tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat gejala Virus Nipah memiliki kemiripan dengan infeksi saluran pernapasan berat lainnya. (*)
| Awas Tertipu, Tanah 68 Are di Pedungan Bali Nekat Dijual Ilegal, Pemilik Tak Menjual |
|
|---|
| Kementerian UMKM Sasar Standardisasi Industri Pariwisata Kesehatan dan Kesejahteraan di Bali |
|
|---|
| Marina Bay City: Saling Tuding "Duit Gaib" Rp86 Miliar, Korban Tipu Muslihat atau Risiko Regulasi? |
|
|---|
| Penjualan Perhiasan Emas-Berlian di Bali Stabil Ditengah Rupiah Melemah |
|
|---|
| Wamendag Roro: Komoditas Ekspor Coklat dan Kopi Bali Sedang Naik Daun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/virus-nipah-yang-ditemukan-pada-paru-paru-babi-di-malaysia.jpg)