Berita Bali
Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Denpasar Minta Warga Waspada dan Hindari Kontak dengan Kelelawar
Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Denpasar Minta Warga Waspada dan Hindari Kontak dengan Kelelawar
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit Virus Nipah.
Meski belum ditemukan kasus di wilayah Denpasar, langkah antisipatif tetap dilaksanakan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Candrawati, mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memperhatikan keamanan konsumsi pangan.
Baca juga: Klaim Proseduralitas, Polda Bali: Penetapan Tersangka Kakanwil BPN Bali Berdasar Dua Alat Bukti Sah
Candrawati menjelaskan bahwa langkah pencegahan utama dimulai dari kebersihan diri.
Masyarakat diminta untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.
"Cuci tangan sangat krusial, terutama setelah menyentuh hewan baik ternak maupun liar, setelah beraktivitas di tempat umum, atau saat merawat orang sakit. Jika sedang sakit, batuk, atau bersin, wajib menggunakan masker serta menerapkan etika batuk dengan menutup mulut menggunakan tisu atau lengan dalam," ujar Candrawati, Rabu, 4 Februari 2026.
Baca juga: Mabuk, Seorang Buruh Takuti Warga Dengan Sajam Di Desa Jumpai Bali, Terdapat Luka Pada Wajahnya
Ia juga mengingatkan warga untuk menghindari buah-buahan yang memiliki bekas gigitan kelelawar atau hewan liar lainnya.
"Pastikan daging dimasak hingga benar-benar matang dan hindari mengonsumsi minuman mentah. Ini langkah sederhana namun efektif untuk memutus rantai penularan," tambahnya.
Terkait interaksi dengan hewan, Dinkes Denpasar meminta masyarakat menghindari kontak langsung dengan kelelawar buah (flying foxes) serta menjauhi area tempat mereka bersarang.
Kewaspadaan juga harus ditingkatkan terhadap hewan ternak seperti babi dan kuda yang menunjukkan tanda-tanda sakit.
"Bagi masyarakat yang bekerja menyembelih atau mengolah hewan, wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, masker, dan pelindung tubuh," tegas Candrawati.
Bagi warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri, khususnya ke negara yang pernah atau sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Nipah seperti India atau Bangladesh, diimbau untuk selalu menggunakan masker.
"Jika setelah bepergian dari daerah wabah merasakan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, atau radang otak, segera cari pertolongan medis dan informasikan riwayat perjalanan kepada dokter," imbaunya.
Pihaknya juga menyatakan telah menindaklanjuti Surat Edaran Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Denpasar, meliputi Rumah Sakit, Puskesmas, hingga klinik.
Dinas Kesehatan Kota Denpasar menerbitkan Surat Edaran Dinas Kesehatan Kota Denpasar Nomor B/400.7.7.1/1/Dikes tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah dan meminta seluruh rumah sakit dan klinik di Kota Denpasar menyiapkan ruang isolasi.
| Awas Tertipu, Tanah 68 Are di Pedungan Bali Nekat Dijual Ilegal, Pemilik Tak Menjual |
|
|---|
| Kementerian UMKM Sasar Standardisasi Industri Pariwisata Kesehatan dan Kesejahteraan di Bali |
|
|---|
| Marina Bay City: Saling Tuding "Duit Gaib" Rp86 Miliar, Korban Tipu Muslihat atau Risiko Regulasi? |
|
|---|
| Penjualan Perhiasan Emas-Berlian di Bali Stabil Ditengah Rupiah Melemah |
|
|---|
| Wamendag Roro: Komoditas Ekspor Coklat dan Kopi Bali Sedang Naik Daun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/virus-nipah-yang-ditemukan-pada-paru-paru-babi-di-malaysia.jpg)