Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Denpasar Minta Warga Waspada dan Hindari Kontak dengan Kelelawar

Antisipasi Virus Nipah, Dinkes Denpasar Minta Warga Waspada dan Hindari Kontak dengan Kelelawar

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Peter Hooper/CSIRO/Wikimedia via Kompas.com
Virus Nipah yang ditemukan pada paru-paru babi di Malaysia. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Denpasar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit Virus Nipah

Meski belum ditemukan kasus di wilayah Denpasar, langkah antisipatif tetap dilaksanakan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ayu Candrawati, mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta memperhatikan keamanan konsumsi pangan.

Baca juga: Klaim Proseduralitas, Polda Bali: Penetapan Tersangka Kakanwil BPN Bali Berdasar Dua Alat Bukti Sah

Candrawati menjelaskan bahwa langkah pencegahan utama dimulai dari kebersihan diri. 

Masyarakat diminta untuk rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.

"Cuci tangan sangat krusial, terutama setelah menyentuh hewan baik ternak maupun liar, setelah beraktivitas di tempat umum, atau saat merawat orang sakit. Jika sedang sakit, batuk, atau bersin, wajib menggunakan masker serta menerapkan etika batuk dengan menutup mulut menggunakan tisu atau lengan dalam," ujar Candrawati, Rabu, 4 Februari 2026.

Baca juga: Mabuk, Seorang Buruh Takuti Warga Dengan Sajam Di Desa Jumpai Bali, Terdapat Luka Pada Wajahnya

Ia juga mengingatkan warga untuk menghindari buah-buahan yang memiliki bekas gigitan kelelawar atau hewan liar lainnya.


"Pastikan daging dimasak hingga benar-benar matang dan hindari mengonsumsi minuman mentah. Ini langkah sederhana namun efektif untuk memutus rantai penularan," tambahnya.


Terkait interaksi dengan hewan, Dinkes Denpasar meminta masyarakat menghindari kontak langsung dengan kelelawar buah (flying foxes) serta menjauhi area tempat mereka bersarang. 


Kewaspadaan juga harus ditingkatkan terhadap hewan ternak seperti babi dan kuda yang menunjukkan tanda-tanda sakit.


"Bagi masyarakat yang bekerja menyembelih atau mengolah hewan, wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan, masker, dan pelindung tubuh," tegas Candrawati.


Bagi warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri, khususnya ke negara yang pernah atau sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Virus Nipah seperti India atau Bangladesh, diimbau untuk selalu menggunakan masker.


"Jika setelah bepergian dari daerah wabah merasakan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, atau radang otak, segera cari pertolongan medis dan informasikan riwayat perjalanan kepada dokter," imbaunya.


Pihaknya juga menyatakan telah menindaklanjuti Surat Edaran Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Denpasar, meliputi Rumah Sakit, Puskesmas, hingga klinik.


Dinas Kesehatan Kota Denpasar menerbitkan Surat Edaran Dinas Kesehatan Kota Denpasar Nomor B/400.7.7.1/1/Dikes tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah dan meminta seluruh rumah sakit dan klinik di Kota Denpasar menyiapkan ruang isolasi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved