Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

Sandiaga Uno Ajak Anggota HIPMI Bali Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Tinggi

Sandiaga mencontohkan dari sampah bisa menjadi pupuk, produk daur ulang bernilai tinggi frame kacamata dan lain sebagainya.

Tayang:
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menparekraf periode 2020-2024 Sandiaga Uno memberikan pandangannya terhadap permasalahan sampah di Bali. Sandiaga Uno Ajak Anggota HIPMI Bali Olah Sampah Jadi Produk Bernilai Tinggi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) periode 2020-2024, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan bahwa saat menjabat Menteri berulang kali mengarahkan Pemerintah Daerah Bali tiga pilar ekonomi yang bisa dikembangkan.

"Saya mengarahkan tiga pilar ekonomi yang sekarang Bali bisa kembangkan, seperti pilar ekonomi hijau, pilar ekonomi wellness atau kebugaran, kesehatan salah satunya, dan pilar ekonomi digital yang Bali memang juga sudah mengembangkan," ujar Sandiaga Uno, Sabtu 7 Februari 2026 malam, usai mengisi seminar nasional yang diadakan HIPMI Bali di Kuta.

Lebih lanjut disampaikannya untuk pilar ekonomi hijau khususnya masalah sampah, menurutnya kepada para pengusaha anggota HIPMI Bali tidak fokus mengubahnya menjadi energi terbarukan tetapi ada peluang lain.

"Kalau kita fokus ke waste to energy, saya sudah melihat bahwa teman-teman ini (anggota HIPMI Bali) akan bersaing dengan pemodal-pemodal besar yang akan mendapatkan tingkat yield yang lebih rendah atau imbal hasil yang lebih rendah," imbuh Sandiaga Uno.

Baca juga: Sandiaga Uno Optimis Banyak UMKM Bali Naik Kelas Hingga Go Global

Pihaknya pun mendorong kepada anggota HIPMI Bali untuk melihat bahwa permasalahan sampah di Bali ini menjadi sebuah peluang usaha bukan menjadikannya sebagai masalah.

Di mana peluang usaha lain adalah menjadikan timbulan sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Mudah-mudahan para pengusaha HIPMI Bali ini tidak hanya fokus di waste to energy, tapi ada lagi waste dari segi pengelolaannya, dari segi menjadi pupuknya, menjadi final product-nya," kata Sandiaga Uno.

Ia pun mencontohkan dari sampah bisa menjadi pupuk, produk daur ulang bernilai tinggi frame kacamata dan lain sebagainya.

Peluang usaha pengolahan sampah menjadi produk-produk bernilai tinggi masih terbuka luas dan HIPMI Bali bisa mengambil bagian.

"Jadi saya mendorong ke sana (membuat produk dari sampah). Ada beberapa contoh, misalnya from waste to agro, pupuk agro, itu nilai tambahnya tinggi. From waste to end product, seperti kacamata, itu dari sampah plastik Bali itu nilai value creation-nya tinggi," ajak Sandiaga Uno kepada para anggota HIPMI Bali.

Ia pun menceritakan bahwa saat ini tengah berinvestasi di dua perusahaan pengolahan sampah di Bali yakni Shiva Industries Indonesia dan Pangea Movement.

Di mana di Shiva Industries fokus kepada pengolahan limbah atau sampah dari hotel-hotel di Bali menjadi pupuk.

Sementara Pangea Movement berfokus kepada sampah-sampah plastik di Bali di konversi atau diolah menjadi kacamata.

"Dia tuh jualannya bukan di Indonesia, tapi di luar negeri. Yang dia jual adalah we turn Bali waste into a sustainable glass," ucapnya.(*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved