Berita Bali
Kejurda Akuatik di Klungkung Bali, Ajang Evaluasi Atlet
Ketua Umum KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom, secara terbuka menyoroti capaian cabang akuatik pada Porprov Bali 2025 lalu.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sebanyak 400 atlet renang terbaik dari sembilan kabupaten/kota se-Bali ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Indonesia Pengprov Bali yang digelar di Kolam Renang Srinadi, Klungkung, Sabtu 14 Februari 2026.
Ajang ini menjadi momentum penting bagi tuan rumah, Klungkung untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian prestasi cabang olahraga akuatik.
Kejurda yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra.
Kehadiran ratusan atlet dari seluruh Bali menjadikan event ini bukan sekadar kompetisi rutin, melainkan barometer kesiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027.
Baca juga: Wabup Suiasa Buka Kejurda Remaja IPSI Bali Tahun 2022
Ketua Umum KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom, secara terbuka menyoroti capaian cabang akuatik pada Porprov Bali 2025 lalu.
Dari total 28 medali emas yang diperebutkan, Klungkung hanya mampu membawa pulang satu emas.
“Ini momen untuk meningkatkan prestasi. Di ajang multi event Porprov Bali 2027 mendatang, Klungkung wajib unggul,” tegas Gung Anom, Minggu 15 Februari 2026.
Ia mengakui hasil Porprov sebelumnya menjadi alarm keras bagi pembinaan atlet. Karena itu, ia mewanti-wanti seluruh pengurus akuatik Klungkung agar bekerja lebih serius dan terarah.
“Saya wanti-wanti kepada pengurus akuatik Klungkung untuk kerja keras meraih prestasi. Kita harus evaluasi total,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan semangat bertanding di tingkat daerah. Perubahan pola pikir atlet juga menjadi kunci.
Ia meminta para atlet tidak cepat berpuas diri hanya karena mampu bersaing di level kabupaten atau provinsi.
“Didik atlet, asah kemampuan lebih dalam lagi. Di ajang ini, kita sebagai tuan rumah wajib tampil di depan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurda, Agus Pradnyana Jaya, menilai pelaksanaan Kejurda tahun 2026 memiliki arti historis. Pasalnya, ajang ini menjadi Kejurda perdana setelah hampir satu dekade vakum.
“Kejurda ini merupakan Kejurda perdana setelah hampir 10 tahun vakum. Momentum ini menjadi sejarah baru kebangkitan olahraga akuatik di Bali,” kata Agus.
Ia berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang persaingan memperebutkan medali, juga menjadi wadah penjaringan atlet-atlet potensial yang bisa diproyeksikan ke level nasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Kejurda-Akuatik-di-Klungkung-Bali-Ajang-Evaluasi-Atlet.jpg)