Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Dari Podium Juara Dunia Ke Kursi CEO, Atlet Binaraga Nicholas Lee Bangun Ekosistem Kebugaran di Bali

Nicholas, disiplin yang ia asah selama bertahun-tahun di pusat kebugaran dan arena bela diri sejak usia 13 tahun adalah modal utama

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Atlet Binaraga Dunia, Nicholas Lee saat memaparkan Reload Sanctuary Bali yang kini dipimpinnya. Dari Podium Juara Dunia ke Kursi CEO, Nicholas Lee Atlet Binaraga Bangun Ekosistem Kebugaran Global di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Dunia kebugaran internasional mengenal Nicholas Lee, atau yang akrab disapa Nicolas Long, sebagai sosok tangguh di atas panggung binaraga.

Dengan torehan prestasi sebagai Juara Dunia Musclemania dan dua kali Juara Eropa, Nicholas telah mencapai puncak karier atletik yang diimpikan banyak orang.

Namun, babak baru dalam hidupnya kini terbentang di pesisir Canggu, Bali, di mana ia tidak lagi hanya mengangkat beban untuk prestasi pribadi, melainkan memimpin sebuah visi besar sebagai CEO Reload Sanctuary.

Peralihan peran Nicholas dari seorang atlet elit menjadi seorang pemimpin eksekutif bukanlah sekadar perpindahan profesi.

Baca juga: Wali Kota Cup 2026 Resmi Dibuka, Ajang Kompetisi Wujudkan Atlet Denpasar Sehat, Kuat dan Berprestasi

Bagi Nicholas, disiplin yang ia asah selama bertahun-tahun di pusat kebugaran dan arena bela diri sejak usia 13 tahun adalah modal utama dalam mengelola ekosistem kebugaran seluas 6.000 meter persegi.

Di bawah bendera LDS Group, Nicholas memegang kendali penuh atas operasional Reload Sanctuary, mulai dari tahap awal akuisisi lahan, pengawasan konstruksi yang memakan waktu dua tahun, hingga penyusunan strategi ekspansi ke tingkat internasional.

Pendiri LDS Group, Lal De Silva, mengakui bahwa Nicholas adalah sosok "nahkoda" yang ia cari untuk mewujudkan ambisi besar ini.

Atlet dunia yang berasal dari Swiss ini mengisahkan bagaimana pertemuan mereka bermula dari kekaguman terhadap reputasi Nicholas sebagai sang juara.

Lal De Silva menyadari bahwa untuk membangun sebuah pusat kebugaran yang melampaui standar biasa, ia membutuhkan seseorang yang memiliki jiwa pemenang sekaligus pemahaman mendalam tentang industri ini.

Nicholas kemudian mengambil tanggung jawab tersebut dengan dedikasi penuh, menjembatani visi arsitektural Andra Matin dengan kebutuhan operasional sehari-hari sebuah fasilitas performa tinggi.

Dalam kepemimpinannya, Nicholas menekankan bahwa Reload Sanctuary bukan sekadar tempat untuk melatih otot, melainkan sebuah platform gaya hidup yang mengintegrasikan nutrisi, komunitas, dan pemulihan.

Ia memiliki visi yang jauh melampaui batas geografis Bali

Nicholas berambisi membawa nama Indonesia, khususnya Bali, masuk dalam jajaran lima besar destinasi kebugaran dunia.

Fokusnya bukan lagi bersaing dengan pasar lokal yang sudah ada, melainkan menciptakan standar baru yang mampu menarik audiens internasional agar datang ke Bali demi mendapatkan fasilitas kebugaran terbaik.

"Visi kami pertama-tama adalah membangun tempat ini bukan untuk bersaing dengan penduduk lokal, tetapi untuk bersaing di tingkat internasional," ujar Nicholas Lee saat dijumpai Tribun Bali di Canggu, pada Senin 23 Februari 2026.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved