Perang Timur Tengah
PANAS Perang Timur Tengah, Disnaker Catat Ada 2.490 PMI Bali, Ancaman Kehilangan 30 Persen Wisman
Namun, sayangnya hal tersebut tak dapat ia lakukan. Sebab aktivitas penerbangan di Bandara Dubai dan Uni Emirat Arab (UAE) masih ditutup.
TRIBUN-BALI.COM - Perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran semakin memanas. Konflik tersebut menyebabkan gangguan keamanan global, serta pembatalan penerbangan akibat tutupnya wilayah udara di beberapa tempat.
Seorang warga Bali asal Sanur, Kota Denpasar Adi Darmadi (31) bahkan kini terjebak di Dubai dan belum dapat kembali ke Bali.
Adi datang ke Dubai untuk berlibur yang rencananya akan menghabiskan waktu hanya satu pekan. Setelah berlibur selama tiga hari di Dubai, Adi tak menduga akan terjadi perang antara AS-Israel versus Iran sehingga ia pun memutuskan segera pergi dari Dubai dan kembali pulang ke Bali.
Namun, sayangnya hal tersebut tak dapat ia lakukan. Sebab aktivitas penerbangan di Bandara Dubai dan Uni Emirat Arab (UAE) masih ditutup.
“Kemarin dapat informasi kalau maskapai Emirates akan melanjutkan jadwal penerbangan mereka kemarin, Senin 2 Maret pukul 15.00. Tetapi belum ada konfirmasi dari pihak Bandara Dubai,” ungkapnya kepada Tribun Bali, Selasa (3/3).
Baca juga: SURVEI Sapras di Sepanjang Jalur Mudik, Tim Gabungan Temukan Jalan Berlubang dan LPJ Mati
Baca juga: TRAGEDI Crash dengan Truk, Pikap Terperosok di Jalur Tengkorak, Begini Kondisi Kedua Sopir
Kini Adi sudah berada di Dubai selama lima hari. Ia pun diselimuti rasa khawatir sebab belum mendapatkan kepastian kapan untuk kembali pulang ke Bali. Terlebih juga muncul kekhawatiran saat nanti pesawat sedang terbang terkena rudal perang.
“Sangat ada rasa khawatir karena belum ada kepastian kapan akan bisa balik ke Bali. Dan ada rasa takut juga kalau nantinya sudah bisa terbang ke Bali, pesawat kena rudal. Semoga tidak ya,” imbuhnya.
Adi juga menuturkan, situasi di Dubai saat ini masih dapat dikatakan kondusif. Ia sempat berbicara dengan pihak hotel dan mereka sangat mempercayai akan kuatnya Menteri Pertahanan Dubai.
“Jadi semua aktivitas berjalan dengan normal. Belum ada fasilitas publik yang tutup selain bandara setahu saya. Harapannya supaya bandara cepat buka dan saya bisa balik ke Bali untuk makan babi guling,” pungkasnya.
Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali mengatakan hingga saat ini belum ditemukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang bekerja di Iran.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dan situs resmi KP2MI, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 2.490 PMI asal Bali bekerja di kawasan Timur Tengah. Sementara pada 2026 (hingga Februari) tercatat 187 orang.
Dari 11 negara tujuan di kawasan Timur Tengah pada 2025, di antaranya Turki, Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Oman, Qatar, Bahrain, Lebanon, dan Mesir, tidak terdapat penempatan PMI asal Bali ke Iran pada tahun tersebut. Pada 2024, tercatat hanya satu orang yang terdata bekerja di Iran.
Negara tujuan terbanyak pada 2025 adalah Turki, dengan dominasi pekerjaan di sektor hospitality dan wellness therapist (spa terapis).
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan BP3MI Bali serta Dinas Ketenagakerjaan di kabupaten/kota untuk inventarisasi jumlah PMI asal Bali yang bekerja di negara-negara Timur Tengah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BP3MI Bali dan dinas ketenagakerjaan kabupaten/kota untuk menginventarisir berapa jumlah PMI asal Bali yang bekerja di negara-negara yang terdampak kondisi global, khususnya di Timur Tengah dan lebih spesifik di Iran. Sampai saat ini belum ada laporan PMI asal Bali yang bekerja di Iran,” jelasnya, Selasa (3/3).
| Harga Aspal Naik Tajam, Empat Paket Perbaikan Jalan Tender Ulang Di Nusa Penida Bali |
|
|---|
| Ketum Kadin Sebut Nilai Dolar AS Naik Justru Buat Banyak Turis Jangkau Bali |
|
|---|
| Dampak Konflik Timur Tengah, Bebek Bengil Bali Bidik Konsumen Domestik, Turun Harga 10-15 Persen |
|
|---|
| Berat, BI Perkirakan Ekonomi Bali Tertekan 0,05 Persen, Sekda Sebut Dampak Konflik di Timur Tengah |
|
|---|
| KENCANGKAN Ikat Pinggang, Tantangan Ekonomi Bali Sangat Berat, Sekda: Dampak Konflik di Timur Tengah |
|
|---|