Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Perang Timur Tengah

Ketum Kadin Sebut Nilai Dolar AS Naik Justru Buat Banyak Turis Jangkau Bali

saat ini yang dapat dilakukan adalah juga menggalakkan investasi, menggalakkan perdagangan juga pariwisata. 

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Anindya Bakrie. Ketum Kadin Sebut Nilai Dolar AS Naik Justru Buat Banyak Turis Jangkau Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Rupiah melemah tajam mendekati level Rp17.000–Rp17.300 per dolar AS (April 2026), dipicu konflik Timur Tengah, penguatan mata uang AS, dan lonjakan harga minyak. 

Tentunya banyak yang khawatir dengan dampak melemahnya nilai Rupiah saat ini. 

Namun, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Anindya Bakrie, memiliki sudut pandang berbeda ketika nilai Rupiah melemah saat ini. 

"Sekarang banyak yang tentunya khawatir mengenai harga Dolar AS 17.200, nah itu belum tentu sepenuhnya jelek buat Bali karena artinya bisa makin banyak turis yang melihat untuk ke Bali itu lebih istilahnya terjangkau," jelasnya pada Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Provinsi Bali, Masa Bakti 2025-2030 di Art Center Denpasar, Sabtu 25 April 2026. 

Baca juga: Perdagangan Penyu Masih Terjadi di Bali, Dipicu Permintaan, Wisatawan Disebut Jadi Pasar

Lebih lanjutnya ia mengatakan, saat ini yang dapat dilakukan adalah juga menggalakkan investasi, menggalakkan perdagangan juga pariwisata. 

"Dan juga kemarin banyak saya diskusi ada masukan-masukan bagaimana pengusaha daerah di Bali ini mesti menjadi tuan rumah di Bali mesti menjadi pemain di Bali. Jadi saya juga akan mendukung program bahwa tentunya untuk istilahnya Golden Visa tapi benar-benar dananya masuk juga mesti melibatkan pengusaha-pengusaha Bali," imbuhnya. 

Karena hanya dengan seperti itu, kata Anindya perekonomian akan berlangsung. Ia meminta agar tradisi Bali tetap dijaga dan tetap autentik. 

"Nah, saya melihat program prioritas nasional juga berjalan di Bali dan ini baik sekali yang pertama tentunya MBG, MBG juga jalan saya sudah lihat laporannya ini patut kita dukung karena ini bukan saja investasi hari ini tapi juga untuk masa depan bangsa dan patut juga kita kawal bersama agar supaya pengeluarannya sesuai dengan apa yang telah dicanangkan oleh pemerintah," pungkasnya. 

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved