Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Konflik AS-Israel dan Iran, Driver Pariwisata Bali Keluhkan Cancel Booking Hingga 70 Persen

Konflik AS-Israel dan Iran, Driver Pariwisata Bali Keluhkan Cancel Booking Hingga 70 Persen

|
Tidak Ada/istimewa
Mobil traveling usaha pariwisata milik Mr. Bali Tour terparkir rapi di garasi akibat maraknya pembatalan booking dari wisatawan. Ist 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Salah satu pemilik usaha jasa transportasi pariwisata di Bali atau Mr. Bali Tour, Gustu Kompyang mengeluhkan pembatalan kunjungan wisatawan asing ke Bali pasca perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran memanas. 

Gustu memaparkan, dari total pemesanan travel yang sudah masuk untuk bulan ini, sekitar 60–70 persen mengalami pembatalan. Angka ini masih berpotensi meningkat karena sebagian tamu memilih untuk menunda (postpone) perjalanan mereka.

“Pembatalan mulai terjadi sejak minggu lalu dan terus berlangsung hingga saat ini,” ungkapnya pada, Rabu 4 Maret 2026. 

Baca juga: Jenazah Dek Wati Tiba di Rumah Duka di Jembrana, Meninggal di Rusia Setelah Bikin Pengakuan Ini

Disinggung apakah ada kekhawatiran pariwisata akan kembali sepi seperti saat Pandemi Covid-19? Gustu tak menampik hal tersebut. Tentu ada kekhawatiran, meskipun Bali dikenal sebagai destinasi wisata dunia, situasi perang tetap berdampak secara global, baik dari sisi penerbangan maupun kondisi ekonomi. 

Baca juga: SIASAT Putu Sumedika di Buleleng Berujung Bui, Beri Ponsel Lalu Berhubungan Berkali-kali 

“Beberapa tamu yang telah melakukan pemesanan untuk bulan Maret, termasuk dari Malaysia dan India, juga membatalkan atau menunda perjalanan mereka. Namun demikian, kami tetap berharap situasi ini justru dapat berbalik menjadi peluang, di mana wisatawan memilih Bali sebagai destinasi yang aman dan damai untuk berlibur, sehingga roda perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan baik,” imbuhnya. 

Gustu juga memaparkan saat ini merupakan periode low season. Berdasarkan grafik tahunan, biasanya masih terdapat pergerakan wisatawan yang stabil. Namun, saat ini terjadi penurunan yang cukup drastis, bahkan sebelum situasi perang berlangsung. Setelah adanya konflik, penurunannya terasa semakin signifikan. Dan biasanya sekitar 90 persen wisatawan Timur Tengah menggunakan jasa transportasi dan paket tur. 

 


“Mereka umumnya sangat antusias untuk menjelajahi Bali secara lebih luas, termasuk menikmati keindahan alam, kehidupan masyarakat, adat istiadat, serta tradisi budayanya,” pungkasnya. 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved