Berita Bali
Wakapolda Bali Beberkan Modus Peredaran Narkotika Komunitas Rusia Lewat Dark Web dan Kripto
Wakapolda Bali Beberkan Modus Peredaran Narkotika Komunitas Rusia Lewat Dark Web dan Kripto
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI. COM, GIANYAR – Pengungkapan laboratorium gelap (clandestine laboratory) narkotika jenis mephedrone di wilayah Gianyar membuka tabir kecanggihan modus operandi yang digunakan oleh jaringan internasional seperti asal Rusia.
Sebagaimana disampaikan oleh Wakapolda Bali, Brigjen Pol Made Astawa, bahwa secara umum para pelaku juga menggunakan ekosistem digital tersembunyi untuk menjalankan bisnis haram mereka.
Ia mengungkapkan bahwa jaringan kejahatan WNA mengoperasikan sistem penjualan yang sangat tertutup dan sulit dilacak secara konvensional.
Dibeberkan Brigjen Pol Made Astawa, para pelaku menyasar pangsa pasar spesifik, yakni warga negara asing, dengan memanfaatkan platform ilegal di internet.
Baca juga: Ini Kronologi Penangkapan Dua WNA Rusia Pemilik Laboratorium Narkoba di Gianyar Bali
Pengungkapan kasus diawali dengan penyelidikan teknis terhadap aktivitas di dunia maya.
"Pengungkapannya dilakukan dengan melihat yang namanya anonymous marketplace yang digunakan di dark web," ujar Wakapolda Bali dalam konferensi pers yang digelar BNN RI di TKP Lab Narkotika di Vila, Desa Saba, Blahbatuh, Gianyar, pada Sabtu 7 Maret 2026
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bali Besok 8 Maret 2026, Cerah Berawan di Sanur, Hujan Ringan di Besakih
Brigjen Pol Made Astawa menjelaskan bahwa platform tersebut tidak dapat diakses oleh sembarang orang.
"Tidak semua orang bisa melihat kalau tidak menjadi user atau memiliki ID terhadap dark web tersebut," tuturnya.
Selain menggunakan platform tersembunyi, jaringan ini memutus pelacakan aliran dana dengan menggunakan mata uang digital.
"Mereka menggunakan yang namanya pembayaran cryptocurrency atau Bitcoin," jelas Astawa.
Modus ini membuat transaksi bersifat anonim dan melintasi batas negara tanpa terdeteksi sistem perbankan formal.
Kecanggihan ini menuntut kerja keras dari Tim Gabungan BNN, Bea Cukai, dan Imigrasi.
Wakapolda menyebutkan bahwa personel BNN harus melakukan upaya infiltrasi teknis untuk membongkar jaringan ini.
"Untuk bisa menyelidiki hal itu, BNN itu perlu masuk ke dalam member (keanggotaan) tersebut," ungkapnya.
| MUNCUL Kawanan Lebah Melintas di Ruas Tol Bali Mandara Jadi Fenomena Unik, Ini Kata BKSDA Bali |
|
|---|
| Anggun Berkebaya, Enam Peselancar Tuli Taklukan Ombak Kuta Bali, Simbol Emansipasi |
|
|---|
| BIDIK Kebhinekaan, Bali Spirit Festival Pertemukan Berbagai Orang & Elemen Menuju Kedamaian Semesta! |
|
|---|
| BEM Unud Kerahkan 200 Massa Aksi Tuntutan Dialog Terbuka Bali Darurat Sampah |
|
|---|
| BEM Universitas Udayana Akan Ajukan 5 Tuntutan Aksi Bali Darurat Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Wakapolda-Bali-Beberkan-Modus-Operandi-Peredaran-Narkotika-Komunitas-Rusia-Lewat-Dark-Web-dan-Kripto.jpg)