Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Penumpang Pelabuhan Benoa Diprediksi Menurun 39,7 Persen Selama Libur Lebaran 2026

Penumpang Pelabuhan Benoa Diprediksi Menurun 39,7 Persen Selama Libur Lebaran 2026

Tidak Ada/istimewa
Suasana terminal keberangkatan domestik Pelabuhan Benoa pada Jumat 13 Maret 2026.(Istimewa/Humas Pelindo) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Regional Bali Nusra menyiapkan pelayanan optimal dalam menghadapi periode Angkutan Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Benoa

Berbagai langkah kesiapan dilakukan guna memastikan kelancaran operasional pelabuhan serta kenyamanan masyarakat yang menggunakan transportasi laut selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Sebagai bagian dari kesiapan operasional tersebut, Pelindo bersama seluruh stakeholder pelabuhan membuka Posko Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026 di Pelabuhan Benoa. 

Baca juga: 142 SPKLU di Bali Siap Dukung Mobilitas Masyarakat Selama Libur Lebaran 2026

Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi pelayanan, pengawasan operasional, serta pemantauan pergerakan kapal dan penumpang selama periode angkutan Lebaran.

Berdasarkan data taksiran sementara periode 7 Maret hingga 7 April 2026, Pelabuhan Benoa diproyeksikan melayani sekitar 4.480 penumpang dengan total 8 kunjungan kapal penumpang

Jumlah tersebut terdiri dari 2.664 penumpang embarkasi dan 1.816 penumpang debarkasi.

Baca juga: Bule Rusia Pengemudi Porsche Ternyata Akrab dengan Bali, SIM Indonesia Terancam Dicabut

Jumlah tersebut tercatat menurun dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun 2025, di mana Pelabuhan Benoa melayani 7.424 penumpang, yang terdiri dari 5.338 penumpang embarkasi dan 2.086 penumpang debarkasi dengan 7 kunjungan kapal penumpang

 


Secara year on year (YoY), trafik penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Benoa diproyeksikan menurun sekitar 39,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 


General Manager Pelindo Regional Bali Nusra Agung Mataram menjelaskan bahwa penurunan trafik penumpang tersebut dipengaruhi oleh penyesuaian operasional rute kapal yang dilakukan oleh operator pelayaran.

 


“Penurunan jumlah penumpang pada periode Lebaran tahun ini salah satunya dipengaruhi oleh adanya pengalihan beberapa rute kapal penumpang oleh operator pelayaran. Beberapa kapal yang biasanya melayani rute Benoa dialihkan untuk memperkuat layanan pada jalur dengan permintaan mudik yang lebih tinggi, khususnya rute Kalimantan–Jawa,” ujar Agung, Jumat 13 Maret 2026.

 


Selain itu, tren pergerakan penumpang pada periode Lebaran di Bali secara historis memang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain di Indonesia. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved