Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ramadan di Bali

152.224 Penumpang Menyeberang dari Bali, Arus Mudik Masih Mengular hingga Puluhan Kilometer

antrean masih di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya atau berjarak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. 

Tribun Bali/ISTIMEWA
ANTRE – Sejumlah kendaraan antre di Pelabuhan Gilimanuk. 152.224 Penumpang Menyeberang dari Bali, Arus Mudik Masih Mengular hingga Puluhan Kilometer 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Antrean kendaraan arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana masih macet parah di H-5 Idul Fitri, Senin 16 Maret 2026. 

Saat ini kendaraan yang mendominasi adalah kendaraan kecil (KK) atau mobil keluarga.

Total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk mulai dari H-10 sampai H-7 tercatat 152.224 orang atau turun 11,7 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 172.419 orang.

Menurut informasi terakhir yang diperoleh Tribun Bali, antrean kendaraan sempat menyentuh di Kecamatan Negara pada dini hari. 

Baca juga: BKKBN Bali Tinjau Posko Mudik Bangga Kencana di Terminal Mengwi

Namun kemarin, antrean masih di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya atau berjarak sekitar 20 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk

Artinya arus mudik masih terus meningkat sejak kemarin hingga saat ini.

Sementara pantauan di lapangan, jalur khusus untuk sepeda motor justru masih tampak lengang. 

Namun begitu, suasana di jalur utama masuk ke Terminal Kargo Gilimanuk dan gang pemukiman warga masih penuh.

“Saya berangkat jam 12 malam kemarin. Tiba di sini (Terminal Kargo Gilimanuk) jam 17.00 WITA,” ucap seorang sopir travel, Ipung (50) saat ditemui Tribun Bali, kemarin.

Dia mengakui, tahun ini merupakan kondisi macet paling parah dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sebab, jika sebelumnya kemacetan hanya sampai di Hutan Cekik atau berjarak sekitar 5-7 kilometer. 

“Kami harap ke depannya tak seperti ini lagi,” harapnya.

Pemudik lain Dewi (56) mengakui berangkat dari rumahnya di Jembrana pukul 09.00 WITA. Namun dia serta keluarganya justru terjebak macet panjang. 

Parahnya, sekitar pukul 05.00 pagi, dirinya baru masuk ke kawasan Terminal Manuver Pelabuhan Gilimanuk

“Dari pagi ketemu dini hari baru masuk pelabuhan. Macetnya parah,” ucapnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved