Ramadan di Bali
Tak Ada Jalur 'Sakti', Kapolda Bali Pastikan Peserta Mudik Gratis Tetap Antre di Gilimanuk
Turmudi menjelaskan, bahwa situasi di lintasan menuju Pelabuhan Gilimanuk saat ini memang mengalami peningkatan volume kendaraan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, memastikan seluruh armada bus dalam program Mudik Gratis Polda Bali tidak akan mendapatkan prioritas khusus atau jalur istimewa saat memasuki Pelabuhan Gilimanuk.
Kebijakan ini diambil guna menjaga ketertiban serta mencegah munculnya kecemburuan sosial di tengah ribuan pemudik mandiri yang telah mengantre lebih awal.
Meskipun rombongan 25 bus yang membawa sekitar 900 orang tersebut mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian, Irjen Pol Daniel menegaskan bahwa pengawalan hanya berfungsi untuk kelancaran di perjalanan, bukan untuk menyerobot antrean di pelabuhan.
Menurutnya, semua pengguna jasa penyeberangan harus diperlakukan adil sesuai urutan kedatangan.
Baca juga: Kisah Pemudik Irma, Jadi Pendaftar Pertama Bus Gratis Polda Bali, Awalnya Pasrah Mudik Saat Lebaran
"Kaitan dengan ini ya memang dikawal, tetapi pada batas nanti di antrean ya harus antre ya," kata Kapolda Bali usai pemberangkatan di Terminal Ubung Denpasar pada Rabu 18 Maret 2026.
"Tapi kita yakin ini tidak akan terlalu lama karena semua kita upayakan dari semua stakeholder yang ada di pelabuhan ini, sehingga semua berjalan lancar dan aman," imbuhnya.
Kapolda menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan mudik tahun ini merupakan hasil sinergi antara Polri dengan berbagai instansi terkait demi mewujudkan kenyamanan bersama.
Ia pun meminta pengertian dari masyarakat dan peserta mudik agar tetap bersabar mengikuti prosedur yang berlaku di lapangan.
Senada dengan Kapolda, Dirlantas Polda Bali Kombes Pol Turmudi menjelaskan, bahwa situasi di lintasan menuju Pelabuhan Gilimanuk saat ini memang mengalami peningkatan volume kendaraan.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa kondisi tersebut masih dalam kategori padat, bukan macet total yang tidak bergerak.
"Situasi secara lalu lintas secara umum itu bukan kemacetan ya, tapi kepadatan. Kepadatan karena memang banyaknya pemudik yang masuk," kata dia.
"Kemudian memang kapasitas untuk mengangkut itu masih belum sesuai dengan kapasitas pemudik yang ada. Karena memang tahun ini sampai dengan kemarin itu sudah naik 3 persen," jelas Kombes Pol Turmudi.
Kombes Turmudi menegaskan kembali bahwa tidak ada perlakuan istimewa bagi peserta mudik gratis begitu menyentuh titik antrean pelabuhan.
Langkah ini dilakukan untuk menghargai pemudik lain yang bahkan sudah mengantre sejak malam sebelumnya.
"Tidak ada prioritas ya pada saat antrean, karena yang antre sudah dari tadi malam, sebelum-sebelumnya juga sudah lama ngantre. Kalau kita prioritaskan, nanti kasihan yang lain," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tak-Ada-Jalur-Sakti-Kapolda-Bali-Pastikan-Peserta-Mudik-Gratis-Tetap-Antre-di-Gilimanuk.jpg)