Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Nyepi 2026

Selama Hari Raya Nyepi, Beban Listrik di Bali Turun Hingga 30 Persen Dibanding Hari Normal

Selama Hari Raya Nyepi terjadi penurunan konsumsi listrik yang signifikan seiring dengan berhentinya aktivitas masyarakat.

Istimewa/Humas PLN UID Bali
Ilustrasi foto Suasana kerja operator command centre UID Bali pada siaga Hari Raya NyepiSelama Hari Raya Nyepi, Beban Listrik di Bali Turun Hingga 30 Persen Dibanding Hari Normal 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik di Bali tetap terjaga selama rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Sebanyak 1.030 personel disiagakan guna mendukung kelancaran Hari Nyepi agar masyarakat dapat menjalankan Catur Brata Penyepian dengan aman dan khusyuk.

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan melalui penguatan pengamanan sistem kelistrikan, pemantauan beban secara real time, serta kesiapan tim teknis dalam merespons potensi gangguan secara cepat dan terukur, khususnya pada objek-objek vital dan layanan publik.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa seluruh infrastruktur kelistrikan, termasuk pembangkit listrik di Bali, telah melalui pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kecukupan pasokan energi selama Nyepi.

Baca juga: SIGAP! Pos Kesehatan Disiagakan Selama Arus Mudik Lebaran 2026 di Bali 

“PLN dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi tahun ini menyiagakan 1.030 personel, dan seluruh pembangkit sudah kami cek untuk memastikan kecukupan energi sehingga pelaksanaan Nyepi dapat berlangsung aman,” ujar Eric, Rabu 18 Maret 2026.

Ia menjelaskan, bahwa selama Hari Raya Nyepi terjadi penurunan konsumsi listrik yang signifikan seiring dengan berhentinya aktivitas masyarakat.

“Pada saat Nyepi, beban listrik di Bali dapat turun hingga sekitar 30 persen dibandingkan hari normal. Kondisi ini membuat cadangan daya sistem meningkat dibandingkan hari biasa, sehingga pasokan listrik dipastikan dalam kondisi aman dan sangat memadai untuk mendukung kelancaran Hari Nyepi,” ungkap Eric.

Selain kesiapan teknis, PLN juga telah melakukan koordinasi dengan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali dan pihak terkait lainya guna memastikan kelancaran operasional di lapangan selama Nyepi.

Koordinasi ini menegaskan bahwa mobilisasi petugas PLN dilakukan secara terbatas dan hanya dalam kondisi darurat.

Setiap pelaksanaan tugas di lapangan juga wajib didahului dengan komunikasi dan koordinasi dengan desa adat, aparat setempat, serta pihak terkait lainnya, sehingga tetap menghormati kesucian Hari Nyepi.

“PLN juga telah berkoordinasi dengan Majelis Desa Adat agar apabila terdapat petugas PLN yang harus menjalankan tugas piket, shift, maupun turun ke lapangan untuk menangani gangguan atau kondisi darurat, dapat diberikan dispensasi. Namun demikian, seluruh petugas tetap mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait sebelum melakukan mobilisasi,” papar Eric.

Melalui kesiapsiagaan personel, keandalan infrastruktur, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan, PLN berkomitmen menjaga pasokan listrik tetap andal selama Nyepi, sehingga masyarakat Bali dapat menjalankan Hari Suci Nyepi dengan tenang tanpa gangguan kelistrikan.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak serta segera melaporkan apabila terjadi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.(*)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved