Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

SIGAP! Pos Kesehatan Disiagakan Selama Arus Mudik Lebaran 2026 di Bali 

Anak usia hingga 59 bulan menjadi perhatian dalam pemeriksaan dengan dilakukan wawancara kepada orang tua

Istimewa/Polda Bali
Pantauan udara, pada Selasa 17 Maret 2026. Arus Mudik di Gilimanuk Bali, Terpantau Dari Udara Antrean Kendaraan Masih Mengular Puluhan Km 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR —  Pos kesehatan pada sejumlah pelabuhan di Bali  disiagakan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan di pintu-pintu keluar masuk Bali seperti Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padangbai, dan Pelabuhan Celukan Bawang. Di pos tersebut, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus pendataan penumpang, khususnya anak-anak yang menjadi kelompok rentan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (PPP) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes, menjelaskan pengawasan dilakukan sejak sebelum hingga setelah Lebaran, baik saat keberangkatan maupun kedatangan penumpang. 

Baca juga: Bupati Gus Par Soroti Masalah Drainase di Karangasem Bali, Sebut Kerap Jadi Penyebab Jalan Rusak

"Di pos kesehatan kita lakukan pemeriksaan dan pendataan. Jadi sebelum dan sesudah Lebaran, masyarakat yang datang maupun berangkat bisa terpantau kondisi kesehatannya,” jelasnya pada, Rabu 18 Maret 2026. 

Ia menambahkan, anak usia hingga 59 bulan menjadi perhatian dalam pemeriksaan dengan dilakukan wawancara kepada orang tua terkait kondisi kesehatan dan riwayat imunisasi. Jika belum lengkap, penanganan dapat langsung diberikan di lokasi sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Satgas PASTI Bali Imbau Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Hari Raya

Menurutnya, langkah ini penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran yang berpotensi meningkatkan penularan penyakit. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Campak yang ditandai dengan gejala demam dan munculnya ruam kemerahan, serta rentan menyerang anak-anak, lansia, maupun individu dengan penyakit penyerta atau imunitas rendah.

 


“Di tahun 2025 memang ada peningkatan kasus campak dibanding dengan 2024. Ada peningkatan, jadi ini menjadi fokus kami,” bebernya. 

 


Berdasarkan data Dinas Kesehatan, pada 2024 terdapat 280 kasus suspek dengan 236 spesimen yang diperiksa dan 13 kasus positif. Pada 2025, jumlah suspek meningkat menjadi 659 dengan 563 spesimen diperiksa dan ditemukan 109 kasus positif.

 


Secara rinci, pada 2025 jumlah suspek di Kabupaten Jembrana sebanyak 21 kasus dengan 1 positif, Kabupaten Buleleng 49 kasus tanpa positif, Kabupaten Tabanan 58 kasus dengan 3 positif, Kabupaten Badung 51 kasus dengan 13 positif, Kabupaten Gianyar 100 kasus dengan 11 positif, Kabupaten Klungkung 46 kasus dengan 7 positif, Kabupaten Bangli 16 kasus dengan 1 positif, Kabupaten Karangasem 181 kasus dengan 53 positif, serta Kota Denpasar 137 kasus dengan 20 positif.

 


Sementara pada 2026 hingga Maret, tercatat 93 kasus suspek dengan 90 spesimen yang telah diperiksa dan belum ditemukan kasus positif. Rinciannya, Jembrana 7 kasus, Buleleng 7 kasus, Tabanan 15 kasus, Badung 26 kasus, Gianyar 8 kasus, Klungkung nihil kasus, Bangli 4 kasus, Karangasem 15 kasus, serta Denpasar 11 kasus.

 


Menindaklanjuti peningkatan kasus pada 2025, pihaknya telah melakukan intervensi melalui program Outbreak Response Immunization (ORI), termasuk penyelidikan epidemiologi serta pendataan anak-anak di sekitar lokasi kasus untuk diberikan imunisasi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved