Ramadan di Bali
Kisah Iptu Darmayuda Pengurai Macet Arus Mudik di Gilimanuk Bali, Hanya Tidur Satu Jam Tiap Harinya
terungkap sebuah fakta yang menggetarkan hati tentang betapa mahalnya harga sebuah kelancaran mudik bagi seorang petugas.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Ini semua demi kelancaran pengaturan lalu lintas dan menjalankan kebijakan-kebijakan pimpinan. Mungkin setelah semua ini selesai, baru rasa lelahnya benar-benar terasa menghantam badan," ucapnya sembari tersenyum tipis.
Kisah Iptu Yuda adalah potret nyata di balik data dan angka kesuksesan pengamanan mudik tahun 2026 yang bertepatan dengan persiapan Hari Raya Nyepi.
Di saat ribuan orang bergegas untuk bertemu keluarga di kampung halaman, ada sosok-sosok seperti Iptu Yuda yang merelakan waktu tidurnya, berteman panas dan debu, agar perjalanan orang lain tanpa hambatan.
Kini, saat sore menjelang dan jalur utama Gilimanuk mulai tampak lengang berkat sistem Buffer Zone, Iptu Yuda dan rekan anggota lainnya belum beranjak.
Ia tetap di sana, menjaga ritme agar setiap kendaraan masuk ke kapal dengan tertib, memastikan setiap pemudik bisa menyeberang dengan aman sebelum Selat Bali resmi ditutup untuk menghormati kesucian Nyepi. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Panit-1-Sat-PJR-Dit-Lantas-Polda-Bali-Iptu-I-Wayan-Darmayuda.jpg)