Ramadan di Bali
Antrean Padat Saat Arus Mudik Di Gilimanuk, MTI Bali Soroti Sistem Pengelolaan Tiket
Rai menegaskan, kegagalan ini terjadi bukan karena kurangnya persiapan personel di lapangan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kemacetan horor yang melumpuhkan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak bahkan hingga Istana Negara.
Meskipun petugas di lapangan dinilai telah bekerja ekstra keras, situasi ruwet yang merugikan ribuan pemudik ini memicu kritik pedas dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali.
Sistem ticketing yang semrawut dituding sebagai salah satu biang kerok utama kekacauan tahun ini, sebagaimana disampaikan Ketua MTI Wilayah Bali, I Made Rai Ridartha kepada Tribun Bali, pada Sabtu 21 Maret 2026.
Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi ini sembari menekankan perlunya pembelajaran serius bagi Bali maupun Pemerintah Indonesia secara keseluruhan.
Baca juga: Antrian Gilimanuk Tembus 30 KM, Ketua MTI Bali Sebut Skema Gagal: Jadikan Ini Sebagai Pembelajaran
Rai menegaskan, kegagalan ini terjadi bukan karena kurangnya persiapan personel di lapangan.
"Tentu kita prihatin terhadap situasi ini. Bagaimanapun juga para petugas yang ditugaskan untuk memperlancar lalu lintas Lebaran ini, baik arus mudik maupun balik, tentu sudah berusaha sekuat tenaga dengan menerapkan skema-skema yang sudah disiapkan," ujar Rai.
Menurutnya, pengerahan petugas di pos pantau, pos percepatan arus, hingga pos penanganan gangguan sudah diatur sedemikian rupa.
Upaya meminimalisir hambatan di jalur utama Denpasar hingga Gilimanuk, seperti penertiban pasar tumpah dan pembatasan kendaraan berat, juga telah dilakukan.
Namun, hasil di lapangan justru berbanding terbalik dengan persiapan tersebut.
Rai tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya melihat kemacetan yang terjadi.
Pertanyaan muncul di benaknya mengenai efektivitas sistem transisi di pelabuhan dan tumpukan faktor penyebabnya.
"Kita juga malu dengan situasi seperti ini. Mengapa ini dapat terjadi demikian parahnya? Apakah memang karena satu penyebabnya adalah menyatunya Hari Nyepi dan berdekatan dengan Lebaran, atau ada hal-hal lain," kata dia.
"Tentu ini pembelajaran juga bagi semua pihak, baik pemudik untuk menentukan waktu mudiknya, dan juga evaluasi sistem," cetusnya.
Sorotan utama MTI Bali tertuju pada perubahan sistem pembelian tiket yang dinilai sebagai langkah mundur.
Ridartha mengkritik keras beralihnya metode pembayaran dari yang sebelumnya cashless (menggunakan kartu e-money) kembali ke sistem tiket pesanan online atau loket-loket fisik yang justru menjamur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Antrean-Padat-Saat-Arus-Mudik-Di-Gilimanuk-MTI-Bali-Soroti-Sistem-Pengelolaan-Tiket.jpg)